Loading...
Bantuan untuk Relawan PMI dan Pekerja Informal Terdampak Covid 192020-04-15T15:38:16+00:00

Project Description

Bantuan untuk Relawan PMI dan Pekerja Informal Terdampak Covid 19

Publised 15 April2020

Pada tanggal 14 dan 15 April 2020, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama dengan PT. Insight Investments Management kembali menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan untuk penanggulangan pandemi Covid 19.

Kali ini YIIM menyalurkan bantuan untuk relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan, berupa 12 lusin masker kain, 100 kaos pakaian ganti untuk relawan yang dipesan dari pengusaha kecil  sablon UMKM, dan 100 paket nasi yang dipesan dari warung nasi sederhana.

PMI Jakarta Selatan memiliki 100 relawan, dimana setiap hari bertugas secara bergantian dan terlibat dalam beberapa kegiatan penanggulangan Covid 19, diantaranya membantu penyemprotan disinfectant tempat ibadah dan sarana prasarana umum.

Selain membantu relawan PMI, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun juga menyalurkan bantuan berupa 120 paket sembako untuk para pekerja informal yang berisi antara lain beras, mie instant, masker, vitamin c, minyak, teh dan gula pasir. Paket sembako tersebut disalurkan di beberapa titik di daerah Jakarta dan Depok.

Ketua Pengurus YIIM, Chrisbiantoro mengatakan “Kami bangga bisa turut serta bergotong royong menanggulangi Covid 19, semoga bantuan dari YIIM membawa manfaat untuk para relawan dan pekerja informal terdampak virus corona.”

Chris menambahkan “Disaat pandemi covid 19 ini, para pekerja informal adalah sektor yang paling terdampak dan membutuhkan uluran bantuan kita semua.”

Sementara itu, Khariri (47), salah satu pekerja informal yang menerima paket bantuan sembako menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diterima, ia berharap agar pekerja informal seperti dirinya yang sehari hari berjualan mie ayam keliling mudah untuk mendapat bantuan, mengingat sejak mewabah virus corona dirinya sudah tidak bisa berjualan dan tidak ada pemasukan, bahkan mau pulang ke kampung halaman juga takut menimbulkan masalah.

Selain itu, Mamik (58) buruh cuci gosok yang juga mendapatkan bantuan paket sembako berharap agar banyak yang peduli untuk membantu masyarakat kecil agar bisa bertahan ditengah pandemi virus corona. Mamik berharap perantau seperti dirinya tidak pulang kampung dan bertahan di Jakarta sampai virus corona berakhir.

Melihat situasi saat ini, YIIM selaku lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan, berusaha untuk terus berkomitmen untuk bersinergi dengan segenap komponen bangsa bergotong royong menanggulangi virus corona.

Semoga semakin banyak yang peduli dan terinspirasi membantu masyarakat pekerja informal, relawan dan mereka yang berada digaris depan menanggulangi virus corona.

Salam Inspirasi!

Chris menambahkan “Disaat pandemi covid 19 ini, para pekerja informal adalah sektor yang paling terdampak dan membutuhkan uluran bantuan kita semua.”