Maret 21, 2020

Pelatihan Keterampilan Servis AC dan Sablon Pakaian bagi Warga Binaan dan Masyarakat Rentan

YIIM didukung CSR PT Insight Investments Management menyelenggarakan pelatihan vokasional teknisi pendingin ruangan (AC) dan sablon pakaian bagi warga binaan pemasyarakatan serta kaum pengangguran guna mencetak wirausahawan baru.

Informasi Program

Nama Program

Pelatihan Kewirausahaan Vokasional: Servis AC dan Sablon Pakaian

Tanggal

Maret 13, 2020

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

Warga binaan Bapas Kelas I Jakarta Pusat, pekerja serabutan, dan pemuda pra-sejahtera

Lokasi

Grand Wijaya Centre (Jakarta Selatan) dan Bapas Kelas I Jakarta Pusat (Rawasari)

Aktivitas Utama

Praktik servis, cuci, dan pengisian freon pendingin ruangan (AC) Pelatihan teknik sablon kaos manual dari afdruuk hingga pewarnaan Simulasi kalkulasi harga pokok produksi dan pemasaran jasa Pembekalan motivasi wirausaha sosial bagi warga binaan Bapas

Capaian yang Diharapkan

Mencetak teknisi pendingin udara dan perajin sablon mandiri untuk memfasilitasi reintegrasi sosial serta kemandirian ekonomi

Share the word!

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), dengan dukungan pendanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Insight Investments Management, meluncurkan dua program pelatihan kewirausahaan sekaligus bagi warga binaan pemasyarakatan, masyarakat miskin perkotaan, pekerja serabutan, dan kelompok rentan lainnya.

Untuk kelompok pertama, pelatihan teknisi cuci, servis, dan pengisian freon pendingin ruangan (AC) diselenggarakan pada tanggal 4–6 Maret 2020 bertempat di Kantor Pusat YIIM, Komplek Grand Wijaya Centre, Jalan Wijaya II Blok F/62B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara itu, untuk kelompok kedua, pelatihan keterampilan sablon pakaian manual dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 13 Maret 2020 bertempat di Kantor Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat, Jalan Percetakan Negara VIII No. 54, Rawasari, Jakarta Pusat.

Ketua Pengurus YIIM, Chrisbiantoro, dalam keterangan tertulisnya menyatakan, “Pelatihan ini merupakan diversifikasi dan pengembangan berkelanjutan dari modul vokasional yang telah konsisten dijalankan YIIM, di mana sebelumnya kami memfasilitasi pelatihan pemangkas rambut (barber), tata boga, serta barista kopi.”

Chrisbiantoro menambahkan, “Pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian fundamental dari Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya hak atas pekerjaan yang layak dan penghidupan yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (ICESCR).”

Lebih lanjut disampaikan, program ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) pemerintah, khususnya Tujuan 1 untuk mengentaskan kemiskinan dan Tujuan 10 dalam menekan ketimpangan sosial ekonomi.

Chrisbiantoro menegaskan bahwa YIIM bertekad teguh membangun ekosistem kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), di mana orientasi utamanya tertuju pada kebermanfaatan sosial yang seluas-luasnya, bukan semata memburu profit finansial.

Sepanjang pelaksanaan kedua pelatihan tersebut, seluruh peserta tampak tekun dan penuh antusias menyerap setiap arahan instruktur. Pada kelompok teknisi AC, instruktur Suaib menguraikan teori komprehensif serta membimbing praktik deteksi kerusakan mesin pendingin, perawatan berkala, hingga teknik pengisian freon yang aman. Sementara pada kelompok sablon pakaian, instruktur Risky Pratama membimbing takaran formula cat, teknik afdruk film, hingga mekanisme rantai produksi guna menghasilkan cetakan sablon berkualitas tinggi.

Keahlian teknisi AC dan sablon pakaian dipilih secara strategis oleh YIIM karena menawarkan prospek wirausaha mandiri yang menjanjikan serta memiliki pangsa pasar yang terbuka lebar di wilayah perkotaan.

Para peserta menunjukkan kesungguhan hati untuk mendalami seluk-beluk usaha dan bertekad menjadikan keahlian baru ini sebagai modal utama dalam merintis usaha produktif secara mandiri.

YIIM meyakini, bertambahnya penerima manfaat yang diberdayakan melalui program vokasional sejak 2016 akan melahirkan wirausahawan baru dari kalangan akar rumput yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Hingga kini, telah banyak alumni program pemberdayaan ekonomi binaan YIIM yang sukses merintis usaha mandiri serta mandiri secara finansial.

Semoga kiprah ini dapat terus menginspirasi dan menggerakkan partisipasi berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama mendampingi kaum rentan meraih kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan