Oktober 4, 2019
Aksi Konservasi Penanaman Terumbu Karang Berkelanjutan di Perairan Pulau Tunda Banten
YIIM bersama PT Insight Investments Management, Pemprov Banten, dan Yayasan Terangi melaksanakan aksi konservasi transplantasi terumbu karang serta pembersihan sampah pantai di perairan Pulau Tunda, Banten.

Sekitar 70 persen permukaan bumi diselimuti oleh lautan. Laut menyimpan peran vital bagi kelangsungan hidup umat manusia, mulai dari penyerap karbon dan cadangan oksigen bumi (blue carbon), lumbung pangan dunia, hingga destinasi rekreasi bahari. Namun saat ini, lautan di seluruh belahan dunia tengah menghadapi ancaman krisis pencemaran sampah, terutama sampah plastik. Masalah genting ini menuntut perhatian global karena bila dibiarkan berlarut-larut dapat merusak keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati laut, tidak terkecuali di Pulau Tunda—sebuah pulau wisata di Provinsi Banten yang termasuk dalam kawasan konservasi laut nasional.
Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dengan dukungan PT Insight Investments Management bersinergi bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Yayasan Terumbu Karang Indonesia (Terangi) menggelar peringatan World Clean Up Day di Pulau Tunda pada 21 September 2019 dengan mengusung tema “Lestari Lautku, Lestari Bumiku”. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur instansi pemerintah daerah dan entitas swasta terkait. Kemeriahan diawali dengan penyambutan hangat bagi para tamu undangan di dermaga Pulau Tunda yang diiringi oleh atraksi marching band meriah dari siswa-siswi Sekolah Terpadu Pulau Tunda. Pada momen ini, YIIM turut mengampanyekan gerakan pengurangan sampah plastik sekali pakai dengan membagikan sedotan ramah lingkungan berbahan stainless steel serta kantong belanja daur ulang (ecobag) sebagai cendera mata edukatif.
Rangkaian perhelatan akbar ini dimeriahkan oleh aneka kegiatan inspiratif: pementasan tarian tradisional oleh siswi SLTP Terpadu Pulau Tunda, lantunan qasidah dari ibu-ibu PKK Pulau Tunda, perlombaan kreasi kerajinan berbahan baku daur ulang sampah, stan pameran produk unggulan lokal (seperti tanaman bonsai, kerajinan cangkang kerang, keripik sukun, dan Kerupuk Ikan Kriuk Instan/KIKI), serta gerai binaan YIIM yakni Kopi Inspirasi yang menyajikan seduhan kopi gratis bagi seluruh undangan dan warga. Selain itu, digelar pula layanan potong rambut gratis bagi warga setempat oleh para alumni pelatihan pangkas rambut YIIM, sesi literasi dan mendongeng anak bersama tim CT Arsa Foundation, serta puncak aksi lingkungan berupa pembersihan pesisir pantai secara massal dan penurunan modul terumbu karang buatan oleh Yayasan Terangi menggunakan inovasi metode Clarys (Clay Artificial Reef System) berbahan dasar tanah liat ramah lingkungan sebagai media tanam bibit karang.
Melengkapi aksi lapangan, diadakan pula sesi diskusi dan urun rembuk (sharing session) antara masyarakat lokal dengan pemangku kebijakan pemerintah. Dalam forum dialog terbuka ini, YIIM bertindak sebagai fasilitator mediasi yang menjembatani keluhan warga dengan tawaran solusi konkret dari perwakilan dinas-dinas terkait, khususnya yang menyangkut sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, serta penguatan sosial ekonomi masyarakat kepulauan. Melalui kolaborasi komprehensif ini, terbangun kepedulian kolektif dalam melestarikan ekosistem laut dan pesisir, sekaligus mempromosikan potensi Pulau Tunda sebagai destinasi ekowisata bahari unggulan yang kian dikenal luas.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan

