September 20, 2022

Ketangguhan Dwi Emitasari: Mengembangkan Usaha Katering Keluarga Berbekal Keterampilan Tata Boga

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management (INSIGHT) memberdayakan Dwi Emitasari melalui pelatihan kuliner membuat kue dan pendampingan kewirausahaan, memungkinkannya merintis usaha katering mandiri untuk menopang ekonomi keluarga pascapandemi.

Share the word!

Dwi Emitasari, atau yang biasa disapa Ibu Dwi (40 tahun), merupakan salah satu alumni pelatihan kuliner (Baking Class) yang diselenggarakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management (INSIGHT) pada tahun 2020. Program pelatihan kewirausahaan ini selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 1 tentang Mengakhiri Kemiskinan.

Saat ini Bu Dwi tinggal bersama kedua orang tua dan keluarganya di sebuah kediaman di daerah Cempaka Warna. Ibu tangguh ini mengasuh tiga orang anak yang kini duduk di bangku kelas 11 SMA, kelas 5 SD, serta si bungsu yang baru berusia 9 bulan. Sementara itu, sang suami bekerja serabutan untuk menopang kebutuhan harian rumah tangga.

Perjalanan Bu Dwi dalam Mencari Nafkah:

Sebelum pandemi Covid-19 merebak, Bu Dwi berikhtiar mencari nafkah dengan menjadi pengemudi ojek antar-jemput anak sekolah. Setiap harinya, ia mengantar empat orang anak sekolah dengan jadwal yang berbeda-beda, dengan pendapatan bulanan berkisar Rp800.000. Sejak tahun 2015, ia juga sempat merintis usaha jajanan burger dan takoyaki di teras rumah. Namun karena kondisi fisik yang sering sakit, Bu Dwi terpaksa menghentikan usaha tersebut dua tahun lalu.

Ketika pandemi Covid-19 melanda dan kegiatan belajar mengajar di sekolah dialihkan ke rumah, Bu Dwi kehilangan seluruh sumber pendapatannya karena tidak ada lagi layanan antar-jemput. Sepanjang masa sulit tersebut, biaya hidup keluarga Bu Dwi ditanggung sepenuhnya oleh sang ibunda. Rasa syukur tetap terpancar karena anak-anaknya memperoleh Kartu Jakarta Pintar (KJP), sehingga kelangsungan pendidikan mereka tetap dapat berjalan dengan tenang.

Awal Perjalanan Usaha Kuliner:

Bertekad untuk mengasah keterampilan memasaknya, Bu Dwi memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan kuliner yang diadakan oleh YIIM dan INSIGHT di Wisma Maros. Melalui pelatihan tersebut, Bu Dwi memperoleh ilmu dan wawasan baru dalam tata boga yang langsung diaplikasikannya sebagai menu tambahan pada usaha katering rumahan yang dikelola oleh sang ibu.

Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan, Bu Dwi berkesempatan memperoleh bantuan sarana usaha berupa kompor dari YIIM dan INSIGHT. Bantuan modal peralatan ini disambutnya dengan penuh syukur karena sangat membantu mempercepat dan meningkatkan kapasitas produksi katering keluarga.

Usaha katering milik ibundanya telah berjalan cukup lama. Di setiap ada pesanan masuk, Bu Dwi selalu sigap membantu, mulai dari proses memasak di dapur hingga mempromosikan hidangan katering kepada pelanggan. Rata-rata pesanan katering dibanderol mulai dari Rp25.000 per porsi, disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran konsumen. Pesanan terbesar yang pernah digarap Bu Dwi dan ibunya bahkan mencapai 1.000 porsi.

Selain membantu usaha katering ibunda, dahulu Bu Dwi juga aktif membantu sang ayah berjualan kuliner malam di dekat Wisma Maros. Ayah Bu Dwi menjual nasi goreng khas dengan nama "Nasi Goreng Mangkok by Pakde Mino" yang telah melegenda selama 40 tahun. Namun semenjak memiliki bayi, Bu Dwi untuk sementara waktu menghentikan aktivitasnya membantu di warung sang ayah demi mencurahkan perhatian kepada buah hatinya.

Ke depannya, Bu Dwi menaruh harapan besar untuk dapat meneruskan estafet usaha katering ibunya secara profesional dan memperluas pangsa pasar hingga menjangkau perkantoran-perkantoran di ibu kota.

Menutup kisahnya, Bu Dwi turut mengutarakan apresiasi dan harapannya bagi YIIM dan INSIGHT:

"Semoga YIIM dan INSIGHT dapat terus memperluas jangkauan bantuan serta konsisten menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang membutuhkan."

Salam Inspirasi!