November 12, 2019

Kelas Pembekalan Manajemen Keuangan dan Akses Modal Koperasi bagi Wirausahawan Binaan

YIIM berkolaborasi dengan PT Insight Investments Management menggelar kelas kewirausahaan terpadu bagi 16 peserta dan alumni pelatihan vokasi barista, pangkas rambut, serta kuliner guna memperkuat strategi pengelolaan usaha rintisan mereka.

Informasi Program

Nama Program

Kelas Pembekalan Kewirausahaan: Manajemen Keuangan dan Akses Permodalan Mikro

Tanggal

November 8, 2019

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

16 wirausahawan binaan alumni pelatihan barista, barbershop, dan kelas memasak

Lokasi

Ruang Pelatihan Kantor Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun, Jakarta Selatan

Aktivitas Utama

Teori inovasi bisnis dan motivasi ketahanan mental wirausaha bersama dosen POLTEKIP Sosialisasi skema permodalan mikro dan keanggotaan Koperasi Kredit TAKERA Sesi berbagi pengalaman sukses membangun jaringan distribusi makanan ringan Workshop praktik penyusunan buku kas harian, jurnal keuangan, dan laporan laba rugi

Capaian yang Diharapkan

Meningkatkan literasi keuangan dan kapabilitas manajemen pembukuan wirausahawan mikro agar usahanya berkembang mandiri dan bankable

Share the word!

Pada tanggal 8 November 2019, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) berkolaborasi dengan Insight Investment Management menyelenggarakan kelas kewirausahaan terpadu bagi para peserta dan alumni pelatihan vokasi binaan YIIM. Pelatihan ini menghadirkan perwakilan dari alumni program Barista Kopi, Barbershop (pangkas rambut), dan Baking (kelas memasak dan membuat kue), dengan total peserta sebanyak 16 (enam belas) orang.

Kelas kewirausahaan ini dirancang sebagai materi pembekalan lanjutan agar para calon wirausahawan maupun perintis usaha memiliki bekal manajerial dan wawasan bisnis yang kokoh, sehingga memiliki daya saing tinggi dalam mengembangkan usahanya di bidang kuliner, pangkas rambut, maupun kedai kopi.

Pelatihan intensif ini berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB dengan kurikulum komprehensif. Sesi pertama membahas teori dasar kewirausahaan yang dibawakan oleh Ibu Dita, dosen dari Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (POLTEKIP) Jakarta.

Sesi kedua diisi oleh Koperasi Kredit Tabungan Kesejahteraan Keluarga (TAKERA) yang memaparkan materi seputar tata kelola perkreditan, akses permodalan usaha kecil, serta prospek kemitraan strategis antara pelaku wirausaha dengan koperasi.

Rangkaian pelatihan dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman inspiratif bersama Abdul Basyir, seorang pelaku usaha kuliner mandiri. Setelah usahanya sempat gulung tikar akibat hantaman badai krisis moneter tahun 1998, Abdul Basyir berhasil bangkit kembali berkat keuletan dan konsistensinya. Ia bahkan berhasil membimbing anak-anaknya merintis usaha makanan kering secara mandiri hingga mampu mempekerjakan karyawan sendiri. Saat ini, Abdul Basyir membukukan omzet harian sebesar Rp4.000.000,- (empat juta rupiah) dari lini usaha makanan keringnya, dengan jaringan distribusi mencapai 1.000 (seribu) warung kecil dan 40 (empat puluh) agen grosir.

Sesi penutup menghadirkan materi pembekalan manajemen keuangan harian yang dibawakan langsung oleh Bendahara YIIM, Satoto Biratmoko. Dalam pemaparannya, Satoto menekankan pentingnya disiplin pembukuan melalui jurnal keuangan harian serta akuntansi dasar perhitungan laba rugi yang wajib dikuasai wirausahawan. Ia juga membagikan format contoh jurnal keuangan praktis sebagai panduan dan referensi aplikatif bagi seluruh peserta.

Pada pemaparan teorinya, Ibu Dita menggarisbawahi bahwa seorang wirausahawan sejati wajib memupuk daya inovasi serta tidak gentar menghadapi tantangan. Menurut Ibu Dita: “Wirausahawan harus terus berinovasi, tidak mudah menyerah, dan berani melakukan ekspansi bisnis yang ditekuni agar usahanya terus melesat maju.”

Lebih lanjut, Koperasi TAKERA turut membuka peluang kemitraan langsung kepada para peserta melalui sistem keanggotaan. Melalui mekanisme ini, peserta dapat menabung secara teratur sekaligus mengakses pinjaman kredit produktif guna mengatasi kendala permodalan dalam mengembangkan skala usaha mereka.

Para peserta menyambut penuh antusias seluruh materi yang disajikan. Ibu Wanma Yetti, salah seorang peserta, mengungkapkan kesan positifnya: “Salah satu kendala terbesar kami saat membuka usaha adalah manajemen keuangan. Melalui kelas ini, wawasan kami terbuka lebar tentang bagaimana memisahkan kas bisnis dari keuangan pribadi serta cara tepat menghitung laba kotor dan laba bersih.”

Menutup kegiatan, Ketua YIIM Chrisbiantoro menyampaikan harapannya kepada para peserta: “Semoga pembekalan ini memperkuat rasa percaya diri bapak dan ibu dalam mengembangkan roda bisnisnya. Kami berharap lahir wirausahawan-wirausahawan tangguh baru dari kalangan menengah ke bawah yang kelak menularkan inspirasi lebih luas bagi lingkungan sekitarnya.”

YIIM berkomitmen untuk terus merumuskan kurikulum dan pendampingan terbaik agar para wirausahawan hasil binaan yayasan semakin mandiri, profesional, dan siap bersaing di pasar riil.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan