Mei 3, 2021

Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua bagi Korban Banjir Bandang di Posko Parek Walang Lembata

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management (INSIGHT) menyalurkan bantuan logistik kemanusiaan tahap kedua bagi 301 pengungsi korban banjir bandang di Posko Kebun Warga, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Informasi Program

Nama Program

Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Tahap Kedua bagi Korban Banjir Bandang di Posko Parek Walang Lembata

Tanggal

April 24, 2021

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

87 kepala keluarga (301 jiwa pengungsi, termasuk 27 lansia, 13 bayi/balita, dan 11 ibu menyusui)

Lokasi

Posko Kebun Warga, Perkebunan Parek Walang, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur

Aktivitas Utama

Penyaluran bahan pangan pokok (beras, telur, mie instan, minyak goreng, dan susu) Distribusi perlengkapan rumah tangga dan nutrisi khusus bayi, balita, serta lansia Asesmen lapangan terkait kebutuhan air bersih dan sarana penerangan pengungsian

Capaian yang Diharapkan

Terpenuhinya kebutuhan nutrisi dan perlengkapan harian bagi ratusan pengungsi di posko mandiri terpencil Mencegah risiko malnutrisi pada balita dan lansia selama masa tanggap darurat bencana Menjembatani akses bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak yang belum tersentuh bantuan formal

Share the word!

Pada 24 April 2021, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama mitra utamanya, PT Insight Investments Management (INSIGHT), kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap kedua bagi masyarakat terdampak bencana alam banjir bandang di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyaluran bantuan logistik ini dipusatkan di Posko Kebun Warga yang bertempat di Perkebunan Parek Walang, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata. Posko pengungsian mandiri ini menampung 87 kepala keluarga (KK) atau setara 301 jiwa penyintas, yang mencakup 27 warga lanjut usia (lansia), 13 bayi dan balita, 11 ibu menyusui, serta selebihnya orang dewasa dan remaja.

Adapun paket bantuan yang didistribusikan terdiri atas beras, telur, mie instan, minyak goreng, susu formula dan kebutuhan nutrisi bayi serta ibu menyusui, susu khusus lansia, hingga aneka perlengkapan rumah tangga. Warga pengungsi menyambut kedatangan bantuan ini dengan antusiasme tinggi, mengingat posko di perkebunan tersebut belum terjangkau oleh bantuan pemerintah. Warga sangat mengharapkan uluran tangan para pegiat kemanusiaan, terutama pemenuhan pasokan air bersih serta sarana penerangan darurat, karena selama ini mereka hanya mengandalkan lentera dan pelita minyak tanah sederhana.

Program aksi tanggap darurat ini selaras dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 2 tentang Tanpa Kelaparan guna mencegah kerentanan pangan di lokasi pengungsian.

Distribusi bantuan di lapangan dikoordinasikan oleh pegiat sosial kemanusiaan setempat, Feldin Rano Kellen. Dalam kesempatan tersebut, Feldin menuturkan, "Masyarakat penyintas mengucapkan terima kasih kepada YIIM dan PT Insight atas bantuan yang diberikan. Saat ini bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat pengungsi. Semoga berkah untuk YIIM dan INSIGHT."

Menegaskan komitmen kemanusiaan tersebut, Dwi Laksmi Anggita Sari (Gita) selaku perwakilan dari INSIGHT turut menyampaikan dukungannya. "PT Insight sangat berbangga bisa membantu masyarakat terdampak bencana, semoga spirit kami bisa menginspirasi komponen bangsa lainnya," ujar Gita.

Sebelumnya, pada 20 April 2021, YIIM dan PT Insight telah merealisasikan penyaluran bantuan kemanusiaan tahap pertama bagi warga korban banjir bandang di Posko Pengungsian SMP 1 Nubatukan, Kecamatan Nubatukan, Nusa Tenggara Timur.

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) sebagai lembaga filantropi nirlaba membuka pintu kerja sama seluas-luasnya bagi segenap pihak yang tergerak menyalurkan donasi. Setiap bantuan akan dialokasikan secara transparan dan tepat sasaran kepada penerima manfaat, termasuk keluarga prasejahtera, masyarakat terdampak pandemi Covid-19, hingga korban bencana alam, demi mempercepat pemulihan Nusantara.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan