November 11, 2024
Pelatihan Kewirausahaan Barberman untuk Menciptakan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management menyelenggarakan pelatihan pangkas rambut pria (barberman) intensif selama lima hari di Jakarta bagi 10 peserta dari kalangan prasejahtera, korban PHK, dan penyandang disabilitas rungu.

Jakarta, 4 November 2024 – Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management (Insight IM) menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan Barberman selama lima hari, yang berlangsung dari tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2024. Pelatihan ini diikuti oleh 10 peserta dengan berbagai latar belakang, mulai dari pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pekerja serabutan, pengemudi ojek daring, hingga penyandang disabilitas rungu wicara (tuli).
Pelatihan ini dipandu langsung oleh Syaifulloh selaku instruktur utama, yang merupakan alumni Pelatihan Barber YIIM angkatan tahun 2019. Berangkat dari keterampilan yang dipelajarinya di YIIM, Syaifulloh telah berhasil merintis usaha pangkas rambut mandiri dengan merek Barber Kampoeng yang berlokasi di daerah Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.
Pada hari pertama, agenda dibuka dengan sambutan oleh Dian Ayu Rahmawati selaku Manajer Program YIIM. Beliau menegaskan, “Pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen YIIM dan Insight IM dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan ekonomi dan sosial. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses belajar dengan sungguh-sungguh serta mengoptimalkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya.” Usai pembukaan, peserta mengikuti tes awal (*pre-test*) guna mengukur pemahaman awal dan dilanjutkan dengan materi pengenalan peralatan kerja barberman beserta fungsinya masing-masing.
Memasuki hari kedua dan ketiga, para peserta dibekali materi teknik dasar mencukur serta teknik menggunting rambut profesional. Para peserta juga langsung diterjunkan dalam sesi praktik mencukur dengan bimbingan intensif dari instruktur. Sesi praktik langsung ini sangat krusial guna membiasakan kepekaan dan keluwesan tangan peserta dalam mengoperasikan berbagai instrumen cukur.
Pada hari keempat, setelah mendalami teknik pemotongan rambut, pelatihan difokuskan pada teknik perapian dan penataan rambut (*finishing* dan *blending*). Para peserta sempat menghadapi tantangan teknis dalam menentukan ukuran sepatu *clipper* yang tepat untuk merapikan gradasi rambut. Namun melalui penjelasan aplikatif dan pendampingan sabar dari instruktur, peserta segera terbiasa dan mampu menguasai penggunaan variasi ukuran sepatu *clipper* secara mahir.
Pada hari kelima sekaligus hari terakhir, peserta menerima materi etika profesi serta standar pelayanan prima seorang *barberman*. Masing-masing peserta juga diberikan tanggung jawab melayani model secara langsung satu per satu, menerapkan standar kerja etis dan higienis seorang profesional. Rangkaian pelatihan kemudian ditutup secara resmi oleh Riccana Rosita selaku Bendahara Pengurus YIIM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan: “Terima kasih kepada seluruh peserta pelatihan barberman kali ini. Semoga bekal ilmu dari pelatihan ini dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti sampai di sini. Kami juga berharap rekan-rekan peserta kelak dapat mengikuti jejak kesuksesan Pak Syaifulloh, yang berawal dari alumni binaan YIIM dan kini telah mandiri bahkan menjadi instruktur pelatihan barber.”
Sepanjang lima hari pelaksanaan pelatihan, antusiasme dan konsistensi yang ditunjukkan oleh para peserta sangatlah tinggi. Tekad kuat untuk belajar dan rasa ingin tahu yang besar menjadi pendorong utama peserta dalam menguasai materi teori maupun keterampilan praktik memangkas rambut dengan cepat dan presisi.
Pada sesi penyampaian kesan dan pesan, Budi Saputra, salah seorang peserta, menyampaikan apresiasinya: “Terima kasih kepada YIIM yang telah memfasilitasi pelatihan barber ini. Awalnya saya mengira mencukur itu pekerjaan yang sederhana, tetapi setelah mempelajarinya di sini, saya menyadari bahwa mencukur memerlukan waktu, ketelatenan, dan jam terbang agar terbiasa. Harapan saya ke depan adalah dapat bekerja di industri *barbershop* hingga mampu membuka usaha *barber* mandiri.”
Inisiatif ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Nomor 1 tentang Mengakhiri Kemiskinan, SDG Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG Nomor 10 tentang Mengurangi Kesenjangan. Pelatihan ini merefleksikan komitmen teguh YIIM dan Insight IM melalui pemanfaatan dana sosial yang berorientasi menghadirkan dampak positif berkelanjutan bagi tatanan sosial-ekonomi masyarakat.
YIIM adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi mendampingi dan memberdayakan masyarakat dari berbagai kalangan, didirikan oleh para pegiat sosial dan kemanusiaan. Demi mewujudkan cita-cita kemandirian bangsa, YIIM senantiasa terbuka terhadap kolaborasi dan kemitraan dengan berbagai pihak agar kebermanfaatan program dapat tersalurkan secara luas kepada masyarakat yang membutuhkan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan








