Mei 5, 2020
Penyaluran Bantuan Pendidikan Kuota Internet Guru dan Paket Alat Tulis Siswa di Masa Pandemi
YIIM didukung PT Insight Investments Management menyalurkan subsidi kuota internet bagi para guru pengajar serta paket alat tulis dan buku bacaan untuk para siswa yang menjalani pembelajaran jarak jauh di masa pandemi.

Pada tanggal 2 Mei hingga 4 Mei 2020, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) kembali menyalurkan program bantuan sosial penanggulangan dampak pandemi COVID-19.
Pada aksi kepedulian kali ini, YIIM memfokuskan dukungan pada sektor pendidikan, yakni berupa subsidi kuota internet bagi para guru pengajar serta paket bantuan alat tulis dan buku bacaan edukatif untuk para siswa yang menjalani pembelajaran jarak jauh di rumah.
Didukung oleh mitra utama PT Insight Investments Management, YIIM sebelumnya telah melakukan proses verifikasi lapangan guna memetakan kendala riil yang dihadapi para guru dan murid di sekolah swasta menengah ke bawah selama masa pembelajaran daring.
Pemilihan sekolah swasta didasarkan pada aspirasi para tenaga pendidik yang mengungkapkan bahwa banyak institusi swasta skala kecil tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk kuota internet mengajar, sehingga para guru terpaksa merogoh kocek pribadi demi membiayai kuota pengajaran daring.
Sebagai tahap awal, YIIM menyalurkan bantuan sosial pendidikan ini kepada dua institusi penerima manfaat utama:
Penerima manfaat tersebut adalah Sekolah Dasar Kristen Nasional (SDKN) Anglo yang beralamat di Jalan Rawasari Selatan No. 10X, RT 15/RW 09, Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, serta Yayasan Panti Asuhan Sayap Ibu yang berlokasi di Jalan Barito II No. 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. YIIM berharap inisiatif di SDK Anglo dan Panti Asuhan Sayap Ibu ini dapat menjadi percontohan bagi penyaluran bantuan serupa bagi institusi pendidikan swasta menengah ke bawah lainnya.
Untuk SD Kristen Nasional Anglo, pada tanggal 2 hingga 4 Mei 2020 YIIM secara bertahap menyalurkan bantuan kuota internet Tahap I kepada 16 orang guru dengan nominal sebesar Rp200.000,- (dua ratus ribu rupiah) per guru. Secara keseluruhan, ke-16 guru tersebut mengampu 231 siswa dengan beban mengajar daring antara 24 hingga 32 jam per pekan, yang sepenuhnya mengandalkan koneksi internet stabil.
Bantuan kuota pengajaran ini diserahkan untuk mendukung integritas dan dedikasi luar biasa para guru yang tetap setia mendidik siswa-siswinya kendati dihadapkan pada keterbatasan anggaran operasional sekolah.
Terkait penyaluran bantuan ini, Wakil Kepala Sekolah I SDK Nasional Anglo, Ibu Martha, menyampaikan apresiasinya secara langsung.
“Pihak sekolah tidak pernah membayangkan atau merencanakan pemberlakuan sistem Belajar dari Rumah secara mendadak seperti ini, sehingga sejak awal tahun ajaran sekolah tidak menyiapkan alokasi anggaran untuk infrastruktur pembelajaran daring. Kami dari pihak sekolah belum mampu menyediakan fasilitas internet gratis bagi para guru maupun para siswa,” jelas Ibu Martha.
Ibu Martha menambahkan, “Kondisi ini sempat memicu kegelisahan bagi bapak dan ibu guru yang berlatar belakang ekonomi menengah ke bawah. Namun, di tengah keterbatasan tersebut, mereka memiliki tekad baja agar anak-anak didik tidak kehilangan hak belajar meskipun harus dilakukan dari rumah.”
Masih dalam suasana peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), YIIM terpanggil untuk hadir mengurai polemik ini dengan memberikan subsidi kuota internet bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut guna meringankan beban finansial mereka.
Selain subsidi kuota internet bagi guru, YIIM turut mendistribusikan paket bantuan alat tulis Tahap I kepada 15 siswa SD Kristen Nasional Anglo untuk mendukung aktivitas belajar mandiri di rumah.
Sementara itu, pada tanggal 4 Mei 2020, YIIM menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak-anak asuh di Yayasan Panti Asuhan Sayap Ibu berupa paket alat tulis lengkap bagi 9 siswa jenjang SD dan SMP.
Tak hanya paket alat tulis, YIIM juga menyerahkan 100 eksemplar buku bacaan bermutu yang mencakup cerita rakyat nusantara, buku pembentukan karakter, serta ensiklopedia ilmu pengetahuan umum bagi seluruh anak asuh Panti Asuhan Sayap Ibu.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Yayasan Panti Asuhan Sayap Ibu, Lily, mengungkapkan rasa syukur dan harunya, “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YIIM dan PT Insight Investments Management yang telah melimpahkan kepedulian bagi anak-anak asuh kami melalui paket alat tulis dan 100 buku bacaan bermutu.”
Lily menambahkan, “Metode sekolah daring merupakan pengalaman baru bagi anak-anak panti kami. Kehadiran bantuan alat tulis dan buku-buku baru dari YIIM ini sangat membantu dan memberi semangat besar bagi anak-anak dalam melewati masa-masa sulit pandemi ini.”
Ketua Pengurus YIIM, Chrisbiantoro, memaparkan, “Sektor pendidikan merupakan salah satu bidang yang paling rentan terdampak wabah COVID-19. Mari jadikan momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini untuk memastikan roda belajar-mengajar tetap berputar optimal secara jarak jauh, tanpa sedikit pun membatasi transfer ilmu, moral, dan wawasan dari guru kepada para siswa.”
Menurut Chrisbiantoro, penguatan pendidikan bagi guru dan siswa merupakan investasi paling berharga bagi kemajuan bangsa.
“Pendidikan merupakan pilar investasi utama bagi tercapainya mimpi Indonesia Maju,” tegas Chrisbiantoro.
Komitmen menjaga kualitas pendidikan di tengah krisis pandemi ini selaras dengan Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tertanggal 25 September 2015 mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan ke-4 tentang pemenuhan pendidikan yang inklusif dan bermutu bagi seluruh kalangan.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan PT Insight Investments Management, Budy Cahaya, menegaskan, “Kendati pandemi COVID-19 mengguncang stabilitas sosial dan perekonomian, sektor pendidikan tidak boleh lumpuh. Pendidikan anak bangsa harus terus terjaga karena merekalah generasi penerus yang akan memulihkan dan membangkitkan kejayaan bangsa di masa mendatang.”
YIIM berharap bantuan pendidikan ini menjadi stimulan positif bagi para guru dan murid dalam menghadapi masa transisi pembelajaran daring, sekaligus menginspirasi banyak pihak untuk turut mendukung pendidikan anak-anak di tengah pandemi.
Semoga bangsa Indonesia dapat segera melalui masa-masa penuh tantangan ini dan bangkit menjadi negara yang tangguh dengan masyarakat yang sehat, berpendidikan, dan berkarakter mulia.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan










