Juni 27, 2021

Berbagi Kiat Usaha Tata Rias di Masa Sulit: Pelatihan Kecantikan Daring Berbasis Kewirausahaan Sosial

YIIM dan PT Insight Investments Management berkolaborasi bersama Regita Cahyani, alumni tata rias binaan sekaligus pendiri GITACSM, menggelar pelatihan daring kiat wirausaha tata rias dan kecantikan bagi masyarakat umum.

Informasi Program

Nama Program

Berbagi Kiat Usaha Tata Rias di Masa Sulit: Pelatihan Kecantikan Daring Berbasis Kewirausahaan Sosial

Tanggal

Juni 27, 2021

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

9 peserta (ibu rumah tangga, pekerja ter-PHK, dan pemudi peminat wirausaha kecantikan)

Lokasi

Daring melalui Zoom (Jakarta)

Aktivitas Utama

Penyelenggaraan kelas keterampilan tata rias wajah dan manajemen bisnis kecantikan secara daring via Zoom Pengenalan perlengkapan, jenis kuas, dan fungsi produk kosmetik sesuai standar profesional Demonstrasi praktik teknik rias wajah natural dan korektif secara langsung Pemberian konsultasi pemasaran jasa tata rias serta kiat membangun portofolio klien secara mandiri

Capaian yang Diharapkan

Penguasaan teknik dasar aplikasi tata rias wajah profesional bagi para peserta rintisan Tumbuhnya alternatif kemandirian ekonomi bagi perempuan dan keluarga terdampak pemutusan hubungan kerja Penguatan rantai kepedulian sosial melalui transfer keterampilan berkelanjutan dari alumni kepada masyarakat

Share the word!

Pada 22 Juni 2021, Regita Cahyani, alumnus pelatihan tata rias Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) sekaligus pendiri usaha jasa kecantikan GITACSM, menggelar pelatihan daring kewirausahaan tata rias untuk masyarakat umum.

Regita merupakan alumnus pelatihan keterampilan tata rias angkatan kedua tahun 2020 yang diselenggarakan oleh YIIM bersama PT Insight Investments Management (INSIGHT) dan Revlon. Rekam jejak ketekunan dan perkembangan usaha mandiri yang dirintis Regita menjadi inspirasi bagi banyak pihak.

Berkat kompetensi yang dimilikinya, Regita sebelumnya juga dipercaya oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk menjadi instruktur pelatihan tata rias bagi para korban tragedi bom Bali terlindung LPSK di Denpasar, Bali. Program pemulihan dan pemberdayaan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Penyelenggaraan kelas daring ini mencerminkan komitmen para alumni kewirausahaan untuk terus berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Program ini menjadi wujud keberlanjutan (sustainability) pemberdayaan, di mana manfaat ilmu yang didapat tidak berhenti pada penerima beasiswa pelatihan, melainkan diteruskan kepada publik luas yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun kelesuan ekonomi.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan dukungan penuh dari YIIM melalui aplikasi Zoom Meeting, dan diikuti oleh 9 orang peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga warga umum yang berminat merintis usaha jasa rias.

Selama 3 jam, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, para peserta memperoleh materi pengenalan ragam perlengkapan dan alat rias wajah beserta fungsinya, dilanjutkan dengan sesi demonstrasi praktik. Peserta berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi; salah satunya Nartini yang menanyakan strategi memulai usaha jasa rias wajah di masa pandemi. Regita juga membuka kesempatan bimbingan berkelanjutan bagi peserta yang ingin memperdalam keterampilan setelah pelatihan usai.

Inisiatif yang diwujudkan Regita merupakan penerapan nyata dari prinsip Kewirausahaan Sosial (Social Enterprise) yang memadukan pencapaian profit dengan perluasan benefit (kemanfaatan sosial). Langkah ini diharapkan dapat memotivasi peserta menuju kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1: Pengentasan Kemiskinan dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan