Juni 30, 2021

Memantik Dampak Sosial dari Kedai Kopi: Pelatihan Barista Daring Bersama Wirausahawan Muda Mandiri

YIIM didukung PT Insight Investments Management (INSIGHT) memfasilitasi alumni wirausaha kopi, Alpijar Ramadhani, menyelenggarakan pelatihan barista daring gratis melalui Zoom bagi masyarakat terdampak Covid-19 untuk berbagi teknik meracik kopi.

Informasi Program

Nama Program

Memantik Dampak Sosial dari Kedai Kopi

Tanggal

Juni 30, 2021

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

Penerima manfaat program yang terdiri dari ibu rumah tangga.

Lokasi

DKI Jakarta

Aktivitas Utama

Penyampaian materi teori dasar kopi, kalibrasi dan teknik espresso, steaming susu dan latte art, metode manual brew, pemeliharaan mesin, serta kalkulasi harga pokok penjualan (HPP) dan manajemen kedai kopi.

Capaian yang Diharapkan

Meningkatnya kecakapan teknis meracik kopi berstandar industri, terbukanya peluang kerja mandiri sebagai barista profesional, serta lahirnya rintisan kedai kopi mandiri bagi alumni pelatihan.

Share the word!

Sebagai

bentuk kontribusi serta kepeduliaan para alumni kewirausahaan sosial terhadap

masyarakat, pada tanggal 28 Juni 2021, Alpijar Ramadhani (19 tahun), alumni

pelatihan barista Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dan PT. Insight

Investments Management (INSIGHT) membuat pelatihan daring/online untuk

masyarakat terdampak Covid 19.

Alpijar

adalah salah satu dari banyak alumni kewirausahaan barista kopi yang sukses

menyelesaikan pelatihan barista di YIIM dari tahap pelatihan, magang hingga

pembinaan, kurang lebih Alpijar melahap semua materi training barista untuk

waktu 3 (tiga) bulan diawal tahun 2021.

Setelah

mengikuti pelatihan, Alpijar kemudian membuat usaha kedai kopi yang diberi nama

Depan Roemah Coffee. Di kedai kopi

miliknya Alpijar menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan barista secara

daring. Pelatihan ini dilaksanakan, setelah Alpijar mendapatkan ilmu pelatihan

barista dari YIIM dan PT Insight Investments Management (INSIGHT) Investments Management (INSIGHT).

pelatihan yang di gelar oleh Alpijar diselenggarakan melalui aplikasi zoom

dengan dihadiri oleh total 15 peserta dari berbagai latar belakang antara lain

ibu rumah tangga, pelajar, dan masyarakat umum.

Dalam kondisi

Pandemi Covid-19 yang masih mengancam kesehatan kita semua, pelatihan ini

diharapkan dapat membangkitkan semangat serta membagikan ilmu perihal

kewirausahaan sosial, dalam bidang bisnis kopi.

Adam Barone

(2020) dalam artikelnya menuliskan bahwa Kewirausahaan Sosial (social

enterprise) tidak hanya mencoba untuk meraih profit, namun juga menyebar

benefit sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Pelatihan ini diharapkan dapat

memantik spirit-spirit wirausaha lain. Pantikan tersebutlah yang menjadi benefit

dari usaha yang dilakukan oleh Alpijar.

Selama lebih

dari 1,5 jam, mulai dari pukul 14.15 wib hingga pukul 15.50 wib, Alpijar

membawakan materi mengenai sejarah barista, pengenalan alat-alat untuk

memproses kopi, cara membuat kopi dengan berbagai macam teknik seperti teknik

brewing, dan juga peserta diajarkan bagaimana memulai untuk berwirausaha kopi.

Pelatihan

dibawakan dengan metode tanya jawab antara host di balik kamera dan Alpijar

sebagai pelatih. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kekakuan dan memperlancar

alur acara. Melalui pelatihan ini pun, para peserta terpancing untuk

melontarkan pertanyaan-pertanyaan.

Selama

pelatihan para peserta antusias bertanya, diantaranya Kurnia Putra yang

bertanya soal komposisi kopi yang pas, hingga Fikri yang bertanya perihal arus

bisnis kopi Alpijar.

Diharapkan

dengan adanya pelatihan ini, para peserta dapat mendapat ilmu lebih. Sebelum

membuka usaha, minimal ada ilmu kopi yang bisa mereka bagikan dan aplikasikan

dalam kehidupan sehari-hari.

teman-teman yang ingin mengunjungi dan berdiskusi dengan Alpijar, kedai Alpijar

terletak di Jl. Howitzer Raya,

Sumurbatu, Jakarta Pusat. Kafe “Depan Roemah Coffee” yang dimiliki Alpijar

mungkin belum besar, namun ada potensi dampak sosial besar yang dapat kita

harapkan. Perlahan, langkah pelatihan online ini dapat menjadi langkah kecil

menuju terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sutainable Development

Goals/SDGs) nomor 1 untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di manapun.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan