Oktober 2, 2026
Menumbuhkan Kesadaran Energi Bersih dan Kepedulian Lingkungan di SMAN 62 Jakarta
Kesadaran terhadap pemanfaatan energi ramah lingkungan perlu ditanamkan sejak dini [...]

Kesadaran terhadap pemanfaatan energi ramah lingkungan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Sebagai calon penggerak di masa depan, para siswa sekolah menengah atas memegang posisi strategis dalam menyerap wawasan sains, teknologi terapan, dan prinsip keberlanjutan. Melalui pemahaman yang kokoh sejak bangku sekolah, kebiasaan bijak berenergi dapat tumbuh menjadi budaya keseharian.
Menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun bersama mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta menyelenggarakan kegiatan edukasi interaktif di SMAN 62 Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kolaborasi ini dirancang untuk mengenalkan konsep transisi energi hijau secara kontekstual dan mudah dipahami oleh para pelajar.
Mengenal Energi Terbarukan Melalui Prototipe Sederhana
Sesi pembelajaran berlangsung dinamis di aula sekolah dengan melibatkan puluhan siswa dan perwakilan dewan guru. Materi yang dibahas mencakup ragam potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), mulai dari tenaga surya hingga pemanfaatan biomassa, serta peran penting efisiensi energi dalam menekan laju emisi karbon.
Untuk memudahkan pemahaman peserta, tim mahasiswa PNJ membawa prototipe teknologi sederhana berbasis energi bersih. Demonstrasi langsung ini memberi ruang bagi siswa untuk melihat cara kerja konversi energi secara nyata, bertanya seputar teknis perakitan, dan mendiskusikan peluang penerapannya pada lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Antusiasme tampak dari interaksi aktif selama sesi tanya jawab. Para pelajar tidak hanya menggali prinsip ilmiah di balik energi hijau, tetapi juga membagikan gagasan tentang langkah praktis penghematan listrik yang dapat mereka terapkan di rumah dan sekolah.
Kolaborasi Antargenerasi untuk Aksi Iklim Nyata
Bagi mahasiswa pelaksana, inisiatif ini menjadi wadah pengabdian masyarakat untuk menerapkan keilmuan teknik yang mereka pelajari di bangku kuliah. Mahasiswa berperan langsung sebagai fasilitator yang menjembatani teori akademis dengan kebutuhan literasi generasi muda di tingkat sekolah menengah.
Inisiatif bersama ini sekaligus menegaskan komitmen para pihak dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pilar pendidikan berkualitas, penyediaan energi bersih, dan penanganan perubahan iklim. Edukasi yang konsisten diharapkan mampu membentuk generasi pembelajar yang tanggap dan berdaya dalam menjaga masa depan bumi.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan





