Agustus 7, 2026
Opening Festival Inspirasi 2026 Refleksikan 12 Tahun Perjalanan dan Dampak Pemberdayaan
Perjalanan dedikasi selama 12 tahun Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) [...]

Perjalanan dedikasi selama 12 tahun Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) menjadi pembuka rangkaian Festival Inspirasi 2026 yang berlangsung di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Mengusung sesi khusus bertajuk Kiprah YIIM, perhelatan ini mempertemukan para pendiri, mitra korporasi, perwakilan pemerintah, akademisi, serta alumni penerima manfaat untuk merefleksikan jejak kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Rangkaian pembukaan diawali dengan keynote speech dari Lu’lu Agustina, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup. Agenda kemudian berlanjut dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur atas konsistensi pelayanan yayasan selama lebih dari satu dekade. Momen syukuran ini sekaligus menegaskan kesiapan lembaga untuk terus memperluas jangkauan manfaat dan menjawab dinamika kebutuhan sosial di tanah air.
Refleksi 12 Tahun dan Kolaborasi Multipihak
Dinamika perjalanan organisasi didiskusikan secara komprehensif dalam talkshow interaktif yang dipandu oleh Direktur Eksekutif Yayasan INSPIRASI Patrya Pratama. Forum ini menghadirkan Founder YIIM Irfan Melayu, Direktur Marketing PT Insight Investments Management Ria Meristika Warganda, serta Asisten Deputi Perlindungan dan Bantuan Sosial Kemenko PMK Dr. Trukan Sri Bahukeling.
Dalam pemaparannya, Irfan Melayu menguraikan fondasi gagasan berdirinya yayasan serta evolusi pendekatan program yang dijalankan. Menurutnya, pemberdayaan sejati tidak boleh berhenti pada pemberian donasi atau bantuan konsumtif sesaat. Pendekatan intervensi harus membekali masyarakat dengan kecakapan teknis, akses modal, pendampingan usaha, serta kemandirian berpikir agar mampu berdaya dalam jangka panjang.
Dari perspektif dunia usaha, Ria Meristika Warganda berbagi komitmen PT Insight Investments Management yang konsisten mengalokasikan sebagian pendapatan produk investasi untuk program sosial melalui YIIM. Kepercayaan timbal balik, kesamaan visi transformasi, serta indikator keterukuran dampak menjadi fondasi kokoh kemitraan lintas sektor antara swasta dan organisasi kemasyarakatan sipil.
Menanggapi inisiatif tersebut, Dr. Trukan Sri Bahukeling menggarisbawahi pentingnya konvergensi antara program pemerintah dan kerja nyata lembaga filantropi. Sinergi lintas pemangku kepentingan dinilai sebagai kunci utama percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, perlindungan kelompok rentan, dan pencapaian target pembangunan manusia yang inklusif.
Kisah Nyata Kemandirian Para Alumni Pemberdayaan
Bukti keberhasilan pemberdayaan terasa kian nyata saat empat alumni program binaan tampil membagikan kisah perjuangan mereka. Melalui ketekunan mengikuti pelatihan vokasi dan pendampingan pascapelatihan, para penerima manfaat membuktikan transformasi taraf hidup mereka:
- Ponco Sunarto, alumni pelatihan barista yang berhasil meniti karier profesional hingga kini dipercaya menjadi Head Barista di industri kuliner.
- Asep Suryana, penerima Beasiswa Inspirasi yang berhasil merampungkan pendidikan tinggi dan aktif mendedikasikan ilmunya untuk kegiatan pengabdian masyarakat desa.
- Bambang Setiadji, alumni pelatihan teknisi AC yang berhasil mengembangkan usaha jasa perbaikan mandiri hingga dipercaya menjadi instruktur pelatihan teknis YIIM.
- Syaifullah, alumni pelatihan pangkas rambut yang sukses merintis gerai barbershop, membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, dan menyelenggarakan program pangkas rambut gratis bagi komunitas marjinal.
Kisah nyata para alumni mempertegas bahwa intervensi pelatihan yang tepat sanggup mengubah penerima manfaat menjadi agen penggerak perubahan baru di lingkungannya masing-masing.
Membangun Kemitraan Berkelanjutan untuk Masa Depan
Penyelenggaraan Opening Festival Inspirasi 2026 menegaskan komitmen yayasan bersama mitra strategis untuk tidak berpuas diri pada pencapaian masa lalu. Ke depan, penguatan program kewirausahaan sosial, akses pendidikan vokasi ramah lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi inklusif terus diprioritaskan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
Rangkaian program dan kolaborasi ini mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan











