September 3, 2026
Petani Tepus Perkuat Ketahanan Pangan melalui Edukasi Iklim dan Pengujian Tanah
Kondisi geografis kawasan karst Gunungkidul menuntut strategi pertanian yang presisi [...]

Kondisi geografis kawasan karst Gunungkidul menuntut strategi pertanian yang presisi menghadapi ancaman kekeringan dan pergeseran musim. Merespons tantangan tersebut, kelompok tani di Kalurahan Tepus mengikuti pelatihan adaptasi perubahan iklim serta pengujian kesuburan tanah pada Kamis, 3 September 2026.
Pelatihan yang bertempat di Balai Kalurahan Tepus ini diselenggarakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management dan Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN), bermitra dengan tim UP2M Politeknik LPP Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Aksi Beasiswa Inspirasi yang turut melibatkan mahasiswa penerima beasiswa, Pemerintah Kecamatan Tepus, dan petani setempat.
Adaptasi Iklim dan Pembacaan Kalender Tanam
Camat Tepus, Hendro Pratopo, S.IP., bersama Kepala UP2M Politeknik LPP Yogyakarta, Dr. Anna Kusumawati, S.P., M.Sc., membuka langsung agenda edukasi ini. Keduanya menekankan pentingnya intervensi sains terapan untuk menjaga produktivitas lahan kering di tengah penurunan unsur hara tanah.
Dalam sesi materi, para petani mempelajari interpretasi data iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemanfaatan kalender tanam terpadu. Pendekatan ini membantu petani menentukan masa olah tanah dan waktu sebar benih secara terukur guna meminimalkan risiko gagal panen.
Antusiasme peserta tercermin dari peningkatan pemahaman teknis sebesar 9 persen, dengan skor rata-rata naik dari 8,47 pada pre-test menjadi 9,24 pada post-test.
Uji Tanah Lahan Karst dan Rekomendasi Pemupukan Presisi
Tidak berhenti pada teori kelas, para petani langsung mempraktikkan pengujian sampel tanah di lahan percontohan seluas 1.000 meter persegi. Praktik ini menggunakan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) yang memungkinkan analisis cepat terhadap derajat keasaman (pH) tanah serta ketersediaan unsur hara makro.
Hasil uji PUTK tersebut menjadi rujukan ilmiah bagi petani untuk merumuskan dosis pengapuran yang seimbang, takaran bahan organik kompos, dan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan karakteristik tanah kering setempat.
Guna memastikan kesinambungan pemantauan hara tanah di masa depan, penyelenggara menyerahkan satu unit PUTK kepada kelompok tani setempat untuk digunakan secara mandiri pada musim tanam berikutnya.
Kolaborasi Nyata Penerima Beasiswa
Melalui Program Aksi Beasiswa Inspirasi, para mahasiswa penerima beasiswa turun langsung mendampingi komunitas agraris di pedesaan. Kolaborasi ini mempertemukan wawasan akademis dengan kebutuhan riil petani, menciptakan pertanian lahan kering yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan.
Inisiatif ini berkontribusi nyata pada pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan





