September 10, 2026
Mengubah Limbah Jagung Menjadi Produk Bernilai Melalui Pelatihan Biochar dan Briket di Tepus
Masyarakat Kalurahan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, memperoleh edukasi dan pelatihan pengolahan [...]

Masyarakat Kalurahan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, memperoleh edukasi dan pelatihan pengolahan limbah jagung menjadi biochar dan briket dalam rangkaian kegiatan Program Aksi Beasiswa Inspirasi pada Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management dan Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN), bermitra dengan tim UP2M Politeknik LPP Yogyakarta. Inisiatif tersebut hadir untuk mengoptimalkan potensi tongkol dan batang jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani setempat.
Solusi Pembenah Tanah dan Energi Alternatif
Limbah pertanian biomassa jagung menyimpan potensi besar apabila diolah dengan tepat. Melalui proses pirolisis, limbah dapat dikonversi menjadi biochar atau arang hayati yang berfungsi efektif memperbaiki struktur tanah karst serta menjaga kelembapan hara lahan kering.
Selain arang hayati pembenah tanah, biomassa jagung juga dapat dipadatkan menjadi briket ramah lingkungan. Produk briket ini siap dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga maupun usaha mikro yang bernilai guna dan berdaya jual.
Praktik Pengolahan dan Penyerahan Alat Produksi
Dalam sesi pelatihan, peserta mendalami wawasan teknis seputar manfaat serta tahapan pengolahan biomassa jagung. Tidak hanya menyimak materi, warga mempraktikkan langsung pembakaran bahan baku menggunakan tungku biochar, penggilingan arang, pencampuran perekat alami, hingga proses pencetakan briket.
Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teknis peserta yang signifikan setelah mengikuti teori dan simulasi produksi. Warga menyatakan pelatihan ini memberikan keterampilan baru yang aplikatif untuk diterapkan di lingkungan dusun.
Guna menjaga keberlanjutan produksi pascapelatihan, tim penyelenggara menyerahkan unit alat pembakaran, mesin penggiling, dan alat cetak briket kepada kelompok masyarakat Tepus. Penyerahan fasilitas ini diharapkan mendorong kemandirian warga dalam mengelola limbah panen pada setiap musim tanam.
Penerapan Ilmu Mahasiswa untuk Masyarakat
Melalui Program Aksi Beasiswa Inspirasi, mahasiswa penerima beasiswa turun langsung mendampingi komunitas agraris di pedesaan. Kegiatan ini menjembatani penerapan ilmu pengetahuan terapan dengan kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya lokal yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Inisiatif ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 15: Ekosistem Daratan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan





