September 22, 2019

YIIM Tanam Terumbu Karang dan Gelar World Clean Up Day di Pulau Tunda Banten

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management, Yayasan TERANGI, dan Pemprov Banten menanam modul terumbu karang Clarys serta menggelar aksi bersih pantai World Clean Up Day di Pulau Tunda.

Informasi Program

Nama Program

Penanaman Terumbu Karang dan World Clean Up Day Pulau Tunda: Lestari Lautku, Lestari Bumiku

Tanggal

September 21, 2019

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

Masyarakat dan pemuda Pulau Tunda, siswa-siswi Sekolah Terpadu Pulau Tunda, kader PKK, perwakilan instansi Pemprov Banten, PT Insight Investments Management, Yayasan TERANGI, CT ARSA Foundation, serta relawan YIIM.

Lokasi

Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia

Aktivitas Utama

Peringatan World Clean Up Day; aksi bersih pantai dan laut; penurunan modul terumbu karang inovatif metode Clarys (Clay Artificial Reef System); kampanye pengurangan sampah plastik melalui pembagian sedotan stainless steel dan ecobag; pameran produk UMKM lokal; layanan pangkas rambut dan seduhan Kopi Inspirasi gratis; sesi dongeng anak bersama CT ARSA Foundation; serta forum dialog sharing session masyarakat dan pemerintah daerah.

Capaian yang Diharapkan

Pemulihan ekosistem terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut Pulau Tunda, penurunan volume sampah pesisir, peningkatan kesadaran kelestarian lingkungan dan pengurangan plastik sekali pakai, penguatan potensi ekowisata bahari lokal, serta terjalinnya dialog solutif antara warga dan pemangku kebijakan.

Share the word!
Penanaman Terumbu Karang di Pulau Tunda Banten

Lautan mencakup lebih dari 70 persen permukaan bumi dan memegang peranan krusial sebagai penyerap karbon biru (blue carbon), penghasil oksigen, penyedia sumber pangan, serta penopang keanekaragaman hayati dunia. Namun, ancaman pencemaran sampah plastik dan degradasi terumbu karang kini kian mendesak untuk ditangani bersama melalui aksi konservasi nyata dan keterlibatan aktif masyarakat pesisir.

Menyambut momentum World Clean Up Day, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dengan dukungan penuh PT Insight Investments Management berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Banten dan Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) menyelenggarakan aksi lingkungan terpadu bertajuk “Lestari Lautku, Lestari Bumiku” di kawasan konservasi Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu, 21 September 2019.

Kegiatan dibuka dengan hangat di dermaga Pulau Tunda melalui penampilan marching band anak-anak Sekolah Terpadu Pulau Tunda serta tarian tradisional dan qasidah oleh ibu-ibu PKK setempat. Dalam kesempatan tersebut, YIIM menggaungkan kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai dengan membagikan paket ecobag dan sedotan stainless steel ramah lingkungan kepada seluruh warga dan tamu undangan.

Rangkaian aksi utama yang dilaksanakan dalam program ini meliputi:

  • Aksi Bersih Pantai dan Pesisir (World Clean Up Day): Pengumpulan dan pemilahan sampah anorganik di sepanjang garis pantai Pulau Tunda bersama relawan dan masyarakat.
  • Restorasi dan Penanaman Modul Terumbu Karang: Penurunan modul terumbu karang inovatif berteknologi Clarys (Clay Artificial Reef System) berbahan dasar tanah liat ramah lingkungan oleh Yayasan TERANGI guna mempercepat pemulihan terumbu karang.
  • Pemberdayaan Ekonomi dan Produk Lokal: Pameran stan produk kreatif olahan warga Pulau Tunda (keripik sukun, kerajinan kerang, Kerupuk Ikan Kriuk Instan/KIKI, dan seni bonsai).
  • Layanan Sosial dan Komunitas: Layanan pangkas rambut gratis oleh alumni pelatihan barber YIIM serta seduhan kopi gratis di stan Kopi Inspirasi.
  • Edukasi & Literasi Anak: Sesi mendongeng interaktif bertema kecintaan bahari bagi anak-anak pesisir bersama tim CT ARSA Foundation.
  • Forum Dialog Masyarakat & Pemerintah (Sharing Session): Ruang mediasi konstruktif antara warga Pulau Tunda dan perwakilan dinas terkait Pemprov Banten untuk membahas peningkatan akses pendidikan, kesehatan dasar, dan infrastruktur ekonomi pulau.

Melalui inisiatif komprehensif ini, YIIM dan para mitra berharap kelestarian ekosistem pesisir Pulau Tunda dapat terus terjaga, kesadaran generasi muda terhadap bahaya sampah plastik meningkat, dan potensi ekowisata bahari Pulau Tunda semakin berkembang secara berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.

Program konservasi laut ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14: Ekosistem Lautan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan