Desember 9, 2023

Kisah Triyana Sari: Alumni Pelatihan Kuliner yang Sukses Merintis Usaha Makanan Beku Mandiri

Melalui program pelatihan dan pendampingan wirausaha kuliner YIIM, Triyana Sari, warga prasejahtera asal Bekasi, berhasil merintis usaha olahan makanan beku chicken egg roll. Keterampilan tata boga dan teknik pengemasan produk yang diperoleh membantunya menghasilkan pendapatan mandiri guna menopang ketahanan ekonomi keluarga.

Share the word!

Triyana Sari (54), sosok ibu rumah tangga tangguh kelahiran Tegal, 8 April 1969, kini bermukim di kawasan Jakasetia, Bekasi, Jawa Barat. Perjalanan hidupnya menghadapi ujian besar ketika sang suami mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak tahun 2018. Mengingat usia suami yang kini menginjak 56 tahun, Ibu Triyana tergerak untuk aktif mencari nafkah mandiri guna menyokong perekonomian keluarga, didukung oleh ketiga anaknya yang telah menyelesaikan pendidikan sehingga dapat turut membantu meringankan beban rumah tangga.

Menjadi Alumni Pelatihan Kewirausahaan YIIM

Titik balik Ibu Triyana bermula dari keaktifannya sebagai jemaah kajian mingguan pada Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM). Melalui informasi yang diperoleh dari pengurus BKMM, beliau mendapatkan peluang berharga untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan memasak makanan beku (frozen food) yang diselenggarakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM).

“Pelatihan memasak frozen food yang saya ikuti di YIIM benar-benar menjadi ruang berharga untuk membuka dan memperluas wawasan saya. Dari berbagai materi yang diberikan oleh pelatih, sesi yang paling berkesan bagi saya adalah saat mempelajari teknik mengolah chicken egg roll serta bagaimana menatanya agar terlihat menarik dan berdaya jual tinggi saat dihidangkan,” tutur Ibu Triyana mengenang masa pelatihannya.

Mulai Mempraktikkan Hasil Pelatihan ke Ranah Bisnis

Selepas menuntaskan pelatihan di YIIM, Ibu Triyana langsung menguji kemampuannya di dunia usaha. Peluang pertama datang saat ia mendapatkan tawaran menyediakan makanan ringan untuk acara pernikahan salah seorang kerabat keluarga. Setelah mempertimbangkan dengan saksama dan berdiskusi bersama keluarga, Ibu Triyana menyiapkan 100 porsi hidangan dimsum segar. Pesanan perdana tersebut menuai pujian dan menjadi pembuka jalan bagi keberlanjutan usaha katering rumahan miliknya, yang kemudian disusul oleh berbagai pesanan berikutnya.

Kepercayaan terhadap keterampilan Ibu Triyana semakin kokoh saat YIIM bersama PT Insight Investments Management (INSIGHT) bekerja sama dengan BKMM menggelar pelatihan literasi keuangan keluarga. Dalam kegiatan tersebut, Ibu Triyana dipercaya sebagai penyedia konsumsi dengan menyajikan 100 porsi paket kue ringan. Dengan modal produksi sebesar Rp15.000 per porsi, beliau berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp1.000.000.

Kendati usahanya kian berkembang, Ibu Triyana masih menghadapi tantangan permodalan, khususnya keterbatasan fasilitas penyimpanan bahan baku karena belum memiliki lemari pendingin (freezer) berkapasitas besar. Kondisi tersebut memaksanya berbelanja bahan baku secara bertahap saat melayani pesanan dalam jumlah banyak. Meski demikian, semangatnya tidak pernah surut. “Saat ini saya terus memikirkan dan mematangkan rencana strategis ke depan demi kelanjutan dan kemajuan usaha saya,” pungkas Ibu Triyana dengan penuh keyakinan.

Salam Inspirasi!