Mei 18, 2026

Pelatihan Kuliner MATA Bekali Calon Wirausaha untuk Bangun Usaha Makanan Berkelanjutan

Melalui program Masyarakat Terampil dan Berdaya (MATA), YIIM dan Insight Investments Management membekali 18 peserta dengan keterampilan produksi makanan, perhitungan biaya pokok produksi, kewirausahaan, dan pemasaran digital untuk memulai atau mengembangkan usaha kuliner mandiri.

Informasi Program

Nama Program

Masyarakat Terampil dan Berdaya (MATA): Pelatihan Kewirausahaan Kuliner

Tanggal

Mei 6, 2026

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

18 peserta calon wirausaha kuliner dan pelaku usaha mikro terpilih.

Lokasi

Dapur Jade's Culinary School Cilandak, Jakarta Selatan

Aktivitas Utama

Praktik pembuatan aneka variasi risoles; diskusi kualitas produk dan tren pasar kekinian; perhitungan biaya pokok produksi (HPP) dan penetapan harga jual; pembelajaran mindset kewirausahaan; identifikasi target pasar; serta pelatihan pemasaran digital kreatif.

Capaian yang Diharapkan

Peningkatan keterampilan produksi kuliner, perhitungan HPP, perencanaan bisnis, dan pemasaran; bertambahnya rasa percaya diri dan kesiapan memulai/mengembangkan usaha; terciptanya usaha mikro baru yang tangguh; serta peningkatan peluang perolehan pendapatan keluarga yang berkelanjutan.

Share the word!
MATA Culinary Training Equips Aspiring Entrepreneurs to Build Sustainable Food Businesses

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) berkolaborasi dengan Insight Investments Management menyelenggarakan program pelatihan kewirausahaan kuliner selama tiga hari pada 6 hingga 8 Mei 2026. Diselenggarakan melalui program Masyarakat Terampil dan Berdaya (MATA), inisiatif ini mendukung 18 peserta terpilih dalam mengembangkan keterampilan praktis dan bisnis yang dibutuhkan untuk terjun ke industri kuliner.

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang ekosistem bisnis kuliner. Peserta mengeksplorasi proses transformasi produk makanan dari ide dapur rumahan menjadi bisnis yang bernilai jual dan berkelanjutan secara finansial.

Dalam sesi praktik, peserta belajar membuat risoles, pastry gurih khas Indonesia, dengan beberapa variasi rasa yang disesuaikan dengan tren pasar saat ini. Praktik langsung ini membantu peserta memperkuat keterampilan produksi dengan tetap memperhatikan kualitas produk, konsistensi rasa, penyajian yang menarik, dan permintaan pasar.

Keterampilan teknis produksi dilengkapi dengan materi perhitungan biaya pokok produksi (HPP). Peserta diajarkan cara menghitung biaya produksi secara terperinci, mengidentifikasi setiap komponen biaya bahan dan operasional, serta menentukan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan.

Keahlian finansial ini sangat penting untuk membantu pelaku usaha mikro menghindari salah penetapan harga, menjaga margin keuntungan, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat. Pemahaman yang jelas tentang biaya produksi juga memungkinkan peserta merencanakan pembelian bahan baku, mengendalikan pengeluaran, dan mengevaluasi kelayakan finansial produk mereka.

Program ini turut membahas dasar-dasar kewirausahaan dan strategi pemasaran. Peserta mendalami pola pikir (mindset) dan disiplin yang diperlukan untuk mengelola usaha, menentukan target pasar yang tepat, memposisikan produk, serta menghadapi persaingan di pasar kuliner.

Menyadari pentingnya saluran digital bagi usaha kecil, pelatihan ini juga memperkenalkan pendekatan kreatif dalam mempromosikan produk makanan secara daring. Pembelajaran ini ditujukan agar peserta mampu menjangkau calon pelanggan, membangun kesadaran merek, dan memperluas pasar di luar lingkaran pertemanan pribadi mereka.

Dengan memadukan keterampilan produksi pangan, perencanaan keuangan, kewirausahaan, dan strategi pemasaran, program ini membekali peserta dengan fondasi yang kokoh untuk merintis maupun mengembangkan usaha kuliner mandiri.

Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong lahir dan berkembangnya usaha mikro baru yang mampu berkontribusi nyata pada pendapatan keluarga. Peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan usaha yang telah berjalan atau mengambil langkah awal sebagai wirausahawan kuliner yang mandiri.

Antusiasme yang ditunjukkan sepanjang tiga hari pelatihan mencerminkan motivasi kuat peserta dalam meraih peluang mata pencaharian baru. Keterlibatan aktif mereka juga membuktikan pentingnya pengembangan keterampilan praktis sebagai pijakan awal pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat.

MATA merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat milik YIIM yang berfokus pada peningkatan kapasitas ekonomi melalui pelatihan vokasi praktis dan pendampingan usaha mikro yang berkelanjutan. Program ini memposisikan masyarakat sebagai motor utama penggerak kemajuan ekonomi mereka sendiri.

Inisiatif ini berkontribusi pada SDG 1: Tanpa Kemiskinan dengan membuka jalan menuju peningkatan pendapatan keluarga, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui dukungan kewirausahaan dan mata pencaharian produktif, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan dengan memperluas akses ke peluang ekonomi.

Melalui program MATA, YIIM dan Insight Investments Management menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengoptimalkan dana sosial guna menghasilkan nilai sosioekonomi yang terukur. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana pelatihan keterampilan yang terarah dapat membantu warga membangun kepercayaan diri, ketangguhan, dan kemandirian ekonomi.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan