April 12, 2021
Penandatanganan Nota Kesepahaman Penguatan Program Rehabilitasi Psikososial bagi Saksi dan Korban Terlindung LPSK
Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) program rehabilitasi psikososial untuk memperkuat pelatihan kewirausahaan mandiri serta bantuan sosial bagi saksi dan korban tindak pidana terlindung.

Pada 6 April 2021, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait Program Rehabilitasi Psikososial Bagi Terlindung LPSK. Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah penguatan dan tindak lanjut strategis atas kerja sama kemitraan yang telah terjalin solid antara kedua lembaga sejak tahun 2020. Acara peresmian digelar di Kantor LPSK RI, Jalan Raya Bogor KM 24 No. 47–49, RT 6/RW 1, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Terhitung sejak September 2020, YIIM berkolaborasi aktif dengan LPSK dalam menyelenggarakan program pelatihan kewirausahaan dan keterampilan vokasi yang dirancang khusus bagi saksi dan korban tindak pidana berstatus terlindung. Pelatihan ini bertujuan membekali para penerima manfaat dengan kompetensi praktis agar mampu mandiri secara finansial. Ragam pelatihan yang diselenggarakan meliputi keahlian barista kopi, pangkas rambut pria (barber), teknisi cuci dan servis AC, olahan kuliner, hingga tata rias pengantin. Tak hanya itu, pada Februari dan Maret 2021, YIIM juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah dan paket sarana kesehatan bagi putra-putri terlindung LPSK.
Agenda pemberdayaan ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Nomor 1 tentang Menghapus Kemiskinan, SDG Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG Nomor 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Prosesi penandatanganan MoU dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus YIIM, Chrisbiantoro, bersama Ketua LPSK RI, Hasto Atmojo Suroyo, dengan didampingi jajaran Wakil Ketua dan pejabat teras di lingkungan LPSK.
Dalam sambutannya, Chrisbiantoro mengungkapkan rasa hormat atas sinergi yang terbangun: "YIIM merasa terhormat atas kerja sama yang telah dilaksanakan selama ini, dan penandatanganan MoU ini menjadi penanda keseriusan membangun kemitraan yang lebih baik lagi dalam upaya memberikan pemberdayaan bagi para terlindung LPSK. Semoga kerja sama ini bisa sinergis dan bisa menyentuh lebih banyak lagi para saksi dan korban terlindung untuk dapat kita berdayakan secara ekonomi."
Chrisbiantoro menggarisbawahi bahwa pemulihan sosial ekonomi merupakan aspek krusial bagi penyintas. "Semoga program pemberdayaan ini memberikan dampak sosial bagi para saksi dan korban terlindung LPSK. YIIM berharap dapat memberikan kontribusi elemen masyarakat sipil sebagai mitra LPSK dalam program rehabilitasi psikososial," pungkasnya.
Menyambut kemitraan tersebut, Ketua LPSK RI Hasto Atmojo Suroyo menyampaikan apresiasi mendalam: "Terima kasih kepada YIIM atas kerja sama yang telah dilakukan selama ini. LPSK mencatat cukup banyak para terlindung LPSK yang telah mendapatkan manfaat dari pelatihan kewirausahaan ini, bahkan juga sudah ada yang membuka usaha mandiri. Ini merupakan kemajuan dalam upaya pemberian rehabilitasi psikososial bagi terlindung LPSK, karena dalam menjalankan program rehabilitasi psikososial ini LPSK perlu mendapat dukungan dari para pihak termasuk dari Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun."
Lebih lanjut Hasto menambahkan harapannya, "Semoga kerja sama ini terus membawa kebaikan bagi semua pihak, dan semakin banyak lagi para terlindung LPSK yang mendapatkan manfaat nyata."
Sebagai institusi nirlaba, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun senantiasa membuka pintu kemitraan seluas-luasnya bagi segenap pihak yang ingin berkontribusi. Diharapkan semakin banyak elemen bangsa tergerak menyokong program rehabilitasi psikososial demi mengembalikan harkat, martabat, dan kemandirian ekonomi para saksi dan korban terlindung di seluruh Indonesia.
Salam Inspirasi!














