September 20, 2026
Aksi Nyata Pemuda Peduli Lingkungan: Karang Taruna Olah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme di Lima Wilayah
Sampah organik rumah tangga kerap dipandang sebagai sisa tak bernilai [...]

Sampah organik rumah tangga kerap dipandang sebagai sisa tak bernilai yang membebani tempat pembuangan akhir. Menjawab tantangan tersebut, lima kelompok Karang Taruna membuktikan bahwa limbah dapur dapat disulap menjadi cairan serbaguna ramah lingkungan melalui aksi pembuatan eco enzyme dan sabun organik di lingkungan masing-masing.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari pembekalan dan demonstrasi program Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan (Koppling) yang sebelumnya digelar pada Festival Inspirasi 2026. Didukung oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama PT Insight Investments Management, para pemuda yang telah mendapatkan pelatihan kini mengambil peran sebagai penggerak di garda depan komunitas.
Aksi Mandiri Karang Taruna di Lima Kelurahan
Kegiatan sosialisasi dan praktik mandiri berlangsung bertahap sepanjang September 2026 di lima lokasi:
- Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan (Sabtu, 12 September 2026)
- Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan (Minggu, 13 September 2026)
- Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Minggu, 13 September 2026)
- Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Minggu, 20 September 2026)
- Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Minggu, 20 September 2026)
Setiap Karang Taruna merancang kegiatan sesuai karakter lingkungannya. Sebagian kelompok mengumpulkan warga di balai warga dan sekretariat RW, sementara kelompok lain mengajak ibu-ibu kader PKK dan pemuda setempat memanfaatkan ruang terbuka hijau di taman permukiman.
Praktik Pengolahan Sampah dan Dampak Nyata
Melalui sesi demonstrasi dan workshop, peserta mendapatkan pemahaman sekaligus pengalaman praktik langsung dalam mengolah sampah organik menjadi eco enzyme. Peserta juga mempraktikkan proses pembuatan sabun pembersih berbahan dasar eco enzyme yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembersih sehari-hari.
Melalui rangkaian kegiatan di lima wilayah tersebut, warga bersama para kader muda berhasil mempraktikkan pengolahan eco enzyme dan sabun pembersih ramah lingkungan yang siap dimanfaatkan bersama di lingkungan masing-masing.
Aksi ini menunjukkan bahwa pemuda mampu menjadi jembatan edukasi lingkungan yang efektif. Pengetahuan yang diperoleh dari ruang festival diterjemahkan menjadi praktik nyata di tingkat rukun warga, sekaligus menumbuhkan kebiasaan memilah sampah langsung dari dapur keluarga.
Inisiatif pengelolaan sampah berbasis komunitas ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan






