April 18, 2024

Sumur Air Bersih Tingkatkan Ketahanan Musim Kemarau di Bulukumba

Sumur bor sedalam 40 meter dan tangki penampungan 5.000 liter kini menyediakan pasokan air yang andal bagi santri, guru, dan warga sekitar di Desa Sopa.

Informasi Program

Nama Program

Pembangunan Sumur Bor Air Bersih Pondok Pesantren Riyadhul Huffadz

Tanggal

Maret 20, 2024

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

Santri, ustadz, dan masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan pesantren Desa Sopa.

Lokasi

Pondok Pesantren Riyadhul Huffadz, Desa Sopa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Indonesia

Aktivitas Utama

Pengeboran sumur sedalam 40 meter pada 5–20 Maret 2024; pengadaan toren 5.000 liter dan instalasi perpipaan; serah terima kepada pesantren; serta pengelolaan perawatan mandiri.

Capaian yang Diharapkan

Tersedianya pasokan air bersih yang stabil saat kemarau, sanitasi lingkungan pesantren yang higienis, serta peningkatan kesehatan santri dan warga.

Share the word!
Clean-water bore well at a pesantren in Bulukumba

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), melalui program Sosial, Kemanusiaan, dan Keagamaan yang didukung oleh PT Insight Investments Management, membangun sumur bor air bersih untuk Pondok Pesantren Riyadhul Huffadz di Desa Sopa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Wilayah ini kerap mengalami krisis air bersih yang parah saat musim kemarau. Mata air setempat sering mengering, menyebabkan para santri, guru, dan warga sekitar kesulitan mendapatkan air yang layak untuk kebutuhan berwudu, mencuci, dan konsumsi harian.

Pembangunan sumur dimulai pada 5 Maret 2024 dan selesai dikerjakan pada 20 Maret 2024. Bantuan meliputi pengeboran sumur hingga kedalaman 40 meter serta pemasangan tandon penampungan air berkapasitas 5.000 liter.

Sebelum bantuan ini hadir, komunitas pesantren menghadapi kesulitan berulang dalam mengakses air bersih, terutama saat kekeringan melanda. Keberadaan sumur bor ini menciptakan sumber pasokan air yang andal dan mencukupi bagi aktivitas harian santri sekaligus warga yang bermukim di sekitar pondok.

Pihak pengelola pondok pesantren memegang tanggung jawab penuh dalam pemeliharaan sumur, pompa air, dan biaya listrik. Skema pengelolaan berbasis komunitas ini dirancang untuk menjaga keberlangsungan fungsi infrastruktur air bersih dalam jangka panjang.

Program ini mendukung prioritas pembangunan nasional karena air bersih dan sanitasi yang layak adalah faktor fundamental bagi derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Inisiatif ini juga membuktikan efektivitas pembangunan infrastruktur tepat sasaran dalam meningkatkan ketahanan komunitas terhadap dampak kekeringan musiman.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan