September 10, 2026
Membuka Peluang Usaha Mandiri bagi Kelompok Rentan melalui Pelatihan Wirausaha Parfum
Sebanyak 24 peserta dari kalangan masyarakat prasejahtera dan kelompok rentan [...]

Sebanyak 24 peserta dari kalangan masyarakat prasejahtera dan kelompok rentan sosial maupun hukum mengikuti Pelatihan Wirausaha Parfum pada 9 hingga 10 September 2026 di Kantor Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun, Jakarta Selatan.
Pelatihan ini menjadi bagian dari Program Masyarakat Terampil dan Berdaya (MATA) yang diinisiasi bersama PT Insight Investments Management (INSIGHT). Agenda pelatihan dihadiri langsung oleh Pengurus YIIM Diantini Rahayu serta Head of CSR Department PT Insight Investments Management Muhammad Isnaeni Setiawan.
Menangkap Peluang Pasar Industri Wewangian
Inisiatif kewirausahaan ini merespons pesatnya pertumbuhan pasar wewangian domestik. Data industri mencatat puluhan juta produk parfum berhasil terjual melalui lokapasar daring dalam beberapa tahun terakhir. Potensi perputaran ekonomi yang besar ini membuka celah usaha menjanjikan bagi masyarakat dengan modal awal yang terjangkau.
Selama dua hari pelatihan intensif, peserta mendalami teori dasar pengenalan aroma dan karakter notes, teknik formulasi Eau de Parfum serta Eau de Cologne, hingga keterampilan meracik reed diffuser ruangan. Di samping keterampilan teknis produksi, peserta dibekali materi manajemen operasional usaha skala mikro dan strategi pemasaran digital agar siap merintis penjualan secara mandiri.
Praktik Produksi Langsung dan Dukungan Modal Usaha
Instruktur pelatihan Susgiharti bersama asisten pelatih Dewi Susilowati dari Aneka Parfum memandu sesi praktik racik secara langsung. Peserta mempraktikkan takaran konsentrat, sterilisasi kemasan botol, dan evaluasi ketahanan wangi.
Sebagai bentuk dorongan nyata bagi perintisan usaha, penyelenggara menyerahkan bantuan modal sarana produksi berupa konsentrat bibit wewangian dan paket botol parfum kepada peserta terpilih.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Pusat yang melihat relevansi positif pelatihan bagi pembinaan kemandirian warga binaan.
“Pelatihan parfum ini tidak memerlukan modal yang besar sehingga sangat memungkinkan untuk diberikan kepada klien-klien kami. Kami berharap dapat segera berkolaborasi dengan YIIM untuk menyelenggarakan pelatihan serupa,” ujar perwakilan Bapas Kelas I Jakarta Pusat.
Pendampingan Pascapelatihan dan Dampak Berkelanjutan
Komitmen pemberdayaan ini berlanjut melalui fase pendampingan intensif selama satu bulan penuh. Tim pelatih mendampingi peserta dalam menjaga konsistensi mutu formula, manajemen modal, serta perluasan kanal distribusi penjualan.
Program ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan








