October 6, 2020
Press Release Webinar: Memelihara Kesehatan dan Asupan Gizi Anak Di Masa Pandemi Covid 19
Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) hosted its third public health webinar on managing child nutrition and immune defense amid the Covid-19 pandemic featuring nutritional specialists from Persagi to guide Indonesian parents.

Pada hari Minggu, 27 September 2020, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) mengadakan acara YIIM Webinar Series #3 dengan topik ‘Memelihara Kesehatan and Gizi Anak in Tengah Pandemi Covid-19’. Webinar kali ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes (Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia), Dewi Astari (Pengurus Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun), and Shinta Putri Sumanda, S.Tr.Gz (Ahli Gizi Puskesmas Kec. Kebayoran Baru).
Permasalahan gizi anak yang tidak baik menyebabkan sejumlah permasalahan kesehatan, seperti stunting, kekurangan zat besi atau anemia, kurang energi kronis, hingga obesitas. Pandemi Covid-19 pun menyebabkan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga semakin sulit. Didukung oleh PT. Insight Investment Management sebagai mitra utama YIIM, acara webinar Kesehatan gizi anak ini dilakukan for membagikan informasi kepada masyarakat, baik orang tua, pekerja posyandu and puskesmas, hingga masyarakat umum, mengenai cara-cara memantau and memenuhi kesehatan gizi anak in tengah sulitnya perekonomian and akses layanan kesehatan lokal karena pandemi Covid-19.
Penjelasan pertama diberikan oleh Dewi Astari yang mengenalkan kegiatan YIIM dalam isu kesehatan masyarakat, seperti Program Pencegahan and Penanganan Stunting serta Kerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru for program gizi for 5.176 balita, pemberian bantuan PMT, peralatan pengecekkan kesehatan, 93 keranjang timbang balita, serta penyelenggaraan pos gizi in 5 posyandu.
“Kami berharap kegiatan YIIM dapat membantu masyarakat Indonesia memahami and bisa mendeteksi dini perkembangan gizi anaknya from rumah masing-masing, demi terciptanya SDM yang unggul,” ujar Dewi saat menjelaskan pentingnya meningkatkan gizi anak demi membangun perekonomian bangsa.
Penjelasan kedua diberikan oleh dr. Rita Ramayulis mengenai dampak Covid-19 terhadap risiko peningkatan angka stunting serta solusi for orang tua for dapat memenuhi gizi anak in tengah Covid-19. dr. Rita juga menjelaskan tata pelaksanaan imunisasi pada masa pandemi, protokol kesehatan in posyandu, serta edukasi protokol pemeriksaan kesehatan in posyandu maupun virtual for keluarga,
Dipaparkan oleh dr. Rita bahwa terdapat lima poin intervensi spesifik penanggulangan stunting yang dilakukan orang pemerintah, yakni Promosi and Konseling Menyusui and Pemberian Makan Bayi and Anak (PMBA), Suplementasi Gizi and Makanan Tambahan Balita and Bumil, Pemantauan Tumbuh Kembang Balita, Tatalaksana Gizi Buruk, and Imunisasi. for tercapainya peningkatan kesehatan gizi, intervensi spesifik harus dilaksanakan bersama intervensi sensitif, yakni air bersih and sanitasi, bantuan pangan non-tunai, jaminan kesehatan nasional, pendidikan anak usia dini, program keluarga harapan, bina keluarga balita, kawasan rumah pangan lestari, and fortifikasi pangan.
“Situasi pandemi harus kita tangani bersama, tidak bisa mengandalkan pemerintah saja. Kita semua harus turun tangan. Insya Allah anak-anak kita terlindungi karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang akan menyambut bonus demografi,” pesan dr. Rita.
Penjelasan ketiga diberikan oleh Shinta Putrib Sumanda, ahli gizi from Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru yang pernah bekerjasama dengan YIIM. Shinta menjelaskan bahwa sebagai salah satu upaya pencegahan and penanganan balita stunting, Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru bersama YIIM and lintas sektoral setempat membentuk Pos Gizi bernama Kelas Bintang (Bimbingan and Rehabilitasi Anak yang Tidak Naik Timbangannya). Kelas Bintang menyasar 75 orang tua balita and balita yang memiliki masalah status gizi and dilaksanakan in 5 kelurahan setiap hari selama 10 hari berturut-turut setiap bulannya selama tiga bulan. Kelas ini bertujuan for meningkatkan status gizi, berat badan, and tinggi badan balita, serta meningkatkan pengetahuan and keterampilan orang tua balita.
Shinta juga menjelaskan bagaimana masyarakat dapat berperan for memenuhi gizi cukup and seimbang pada anak in tengah Covid-19, serta peran atau kebijakan stakeholder for mengatasi permasalahan gizi anak Indonesia sebelum and selama pandemi. Selain itu, Shinta juga memberikan informasi tentang pemanfaatan bahan masakan yang mudah didapat and bergizi for memenuhi gizi keluarga in rumah.
Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif and ditutup dengan pesan from para pembicara. Semua peserta webinar mendapat sertifikat and 30 peserta beruntung mendapat hadiah from YIIM and PT. Insight Investment Management, berupa kopi and masker for peserta in Jabodetabek, and pulsa senilai Rp30.000,00- for peserta in luar Jabodetabek. Rekaman webinar ini dapat disaksikan in Channel Youtube Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=0th60moVG-U. Informasi mengenai kegiatan YIIM Webinar Series berikutnya dapat dipantau in Instagram @yiim.official.
Salam Inspirasi!
Additional Photo Documentation

