September 17, 2026
Menguatkan Kapasitas Usaha, Membangun Fondasi Keberlanjutan di Kalurahan Tepus
Petani dan warga Kalurahan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mengikuti pelatihan literasi [...]

Petani dan warga Kalurahan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mengikuti pelatihan literasi keuangan dan strategi pemasaran produk pada Kamis, 17 September 2026. Pelatihan ini melengkapi rangkaian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digagas Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bersama Politeknik LPP Yogyakarta, PT Insight Investments Management, dan Dana Pensiun Perkebunan (DAPENBUN).
Pelatihan ini memfokuskan pendampingan pada penguatan kapasitas kewirausahaan warga, khususnya dalam mengelola serta memasarkan produk olahan limbah pertanian jagung yang telah dirintis pada tahap sebelumnya.
Kemasan Produk, Pemasaran Digital, dan Pembukuan Tani
Sebanyak 20 peserta yang terdiri dari kelompok tani dan warga setempat mengikuti pembelajaran teori serta simulasi praktik langsung. Pelatihan mencakup tiga pilar utama:
- Pengemasan dan Identitas Merek: Peserta mempraktikkan pengemasan biochar dan briket biomassa jagung menggunakan kemasan bersegel rapi lengkap dengan label identitas merek agar siap bersaing di pasar.
- Pemasaran Digital: Pengenalan strategi promosi melalui platform WhatsApp Business dan media sosial untuk memperluas jangkauan pembeli di luar wilayah desa.
- Pencatatan Keuangan Sederhana: Pembekalan tata kelola arus kas masuk dan keluar yang teratur, sehingga kelompok tani memiliki pembukuan yang tertib, transparan, dan akuntabel.
Melalui sesi ini, biochar dan briket yang sebelumnya disimpan tanpa kemasan kini tampil sebagai produk bernilai jual dengan identitas merek yang jelas. Di sisi manajerial, para pengurus kelompok tani mulai menerapkan format pencatatan kas harian sebagai fondasi kelembagaan kelompok.
Penutupan Program dan Komitmen Keberlanjutan
Kegiatan ini sekaligus menandai penutupan resmi seluruh rangkaian Program Kemitraan Masyarakat di Kalurahan Tepus. Dalam sesi evaluasi bersama jajaran Pemerintah Kalurahan Tepus, para mitra membahas rencana pemantauan mandiri agar unit produksi biochar, briket, dan tata kelola usaha tani terus berjalan setelah masa pendampingan selesai.
Inisiatif ini mendukung pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan






