November 11, 2024

Pelatihan Barbershop Bangun Keterampilan untuk Kemandirian Ekonomi

Sepuluh peserta pra-sejahtera dan klien pemasyarakatan mengikuti pelatihan pangkas rambut selama lima hari, mempelajari peralatan, teknik potong, etika profesi, dan layanan pelanggan.

Informasi Program

Nama Program

Pelatihan Kewirausahaan Pangkas Rambut (Barberman)

Tanggal

Oktober 23, 2024

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

10 peserta dari kalangan pra-sejahtera dan klien bimbingan kemasyarakatan (BAPAS).

Lokasi

Kantor YIIM, Grand Wijaya Centre, Jakarta Selatan, Indonesia

Aktivitas Utama

Lima hari teori dan praktik barber; pengenalan alat dan higienitas; teknik gunting dan clipper; praktik cukur dengan model; etika profesi; layanan pelanggan; dan pendampingan wirausaha.

Capaian yang Diharapkan

Keterampilan barber profesional, peningkatan kepercayaan diri, kesiapan kerja di barbershop atau membuka usaha pangkas rambut mandiri.

Share the word!
Participants complete hands-on barber training at YIIM

Masyarakat Terampil dan Berdaya (MATA) adalah program unggulan yang diselenggarakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dengan dukungan dari PT Insight Investments Management. Pada Rabu, 23 Oktober 2024, program ini memulai pelatihan kewirausahaan pangkas rambut (barber) selama lima hari yang dirancang untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan praktis demi kemandirian ekonomi.

Usaha barbershop merupakan salah satu jasa kebutuhan harian yang esensial dan menawarkan peluang kerja serta wirausaha mikro yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu, pelatihan ini memadukan instruksi teknis, praktik langsung memotong rambut, simulasi pelayanan konsumen, diskusi, serta tanya jawab bersama para instruktur yang berpengalaman di industri barber.

Pelatihan diselenggarakan pukul 09.30 hingga 15.30 WIB di kantor YIIM, Grand Wijaya Centre Blok F/62B, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebanyak sepuluh peserta mengikuti program ini, terdiri dari masyarakat pra-sejahtera dan klien pemasyarakatan binaan BAPAS. Syaifulloh bertindak sebagai instruktur utama didampingi oleh Hermanto.

Pada hari pertama, Maria Dewi Yanti, Sekretaris YIIM, secara resmi membuka acara dan menyemangati peserta agar tetap fokus selama proses pembelajaran dan praktik. Peserta menjalani pre-test untuk mengukur pengetahuan awal sebelum mempelajari tahapan-tahapan pemotongan rambut. Instruktur memperagakan setiap langkah dan menutup sesi dengan tanya jawab.

Hari kedua dimulai dengan evaluasi materi sebelumnya sebelum peserta mendalami teknik dasar mencukur. Peserta dibagi menjadi lima kelompok dan langsung mempraktikkan materi pada model manusia yang disiapkan oleh YIIM di bawah bimbingan instruktur. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam setiap latihan.

Pada hari ketiga, peserta memperdalam teknik pemotongan menggunakan gunting manual (scissor cutting). Bekerja berpasangan, peserta bertanggung jawab memotong rambut model yang ditentukan. Meski teknik gunting profesional cukup menantang, para peserta terus berlatih dengan bimbingan intensif.

Hari keempat difokuskan pada tahap finishing dan perapian model rambut. Peserta mempelajari penggunaan ukuran guard clipper yang bervariasi. Melalui penjelasan berulang dan latihan bertahap, peserta makin percaya diri menentukan teknik yang tepat.

Pada hari terakhir, materi difokuskan pada etika profesi dan pelayanan prima. Setiap peserta mencukur model secara mandiri dengan menerapkan keterampilan teknis sekaligus pelayanan ramah pelanggan. Riccana Rosita, Bendahara YIIM, menutup pelatihan dan memotivasi para lulusan untuk terus mengasah kemampuannya. Beliau mencontohkan perjalanan Syaifulloh dari alumni pelatihan YIIM hingga sukses menjadi pemilik usaha dan instruktur barber.

Budi Saputra, salah satu peserta, mengungkapkan rasa syukurnya dan menuturkan bahwa mencukur membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Ia berharap dapat segera bekerja di industri pangkas rambut dan mewujudkan impian membuka usaha barbershop sendiri.

Program ini berkontribusi pada SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta mencerminkan komitmen YIIM dan Insight IM dalam mengoptimalkan dana sosial untuk kemandirian ekonomi.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan