November 6, 2024
Pelatihan Camilan Modern Buka Peluang Usaha Inklusif
Empat belas peserta pra-sejahtera, termasuk penyandang disabilitas rungu wicara, mempelajari teknik produksi camilan, perhitungan HPP, dan keterampilan bisnis dalam pelatihan kuliner inklusif.

Pada Kamis, 31 Oktober 2024, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) didukung oleh PT Insight Investments Management menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan kuliner camilan kering kekinian bagi masyarakat pra-sejahtera dan penyandang disabilitas.
Keterampilan kuliner memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan baik di perkotaan maupun pedesaan. Pelatihan ini dirancang untuk mengajarkan aneka menu yang relatif mudah dibuat namun memiliki daya saing tinggi di pasaran. Kurikulum memadukan teori, pengolahan bahan baku, praktik langsung, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), serta sesi diskusi dan tanya jawab.
Pelatihan berlangsung pukul 10.00 hingga 15.30 WIB di kantor YIIM, Grand Wijaya Centre Blok F/62B, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebanyak 14 peserta hadir, terdiri dari warga pra-sejahtera dan teman tuli (disabilitas rungu wicara).
Ambar Yuliasiwi hadir sebagai instruktur utama didampingi oleh Susilawati Muryani Berlian. Riccana Rosita, Bendahara yang mewakili pengurus YIIM, membuka acara secara resmi. Beliau memaparkan bahwa selama 10 tahun berkiprah, pelatihan vokasi wirausaha termasuk kuliner merupakan program unggulan YIIM. Beliau memotivasi para peserta agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dan keterampilan sebagai modal merintis usaha mandiri.
Peserta dibagi ke dalam lima kelompok kerja praktik. Pada sesi pertama, peserta mempraktikkan pembuatan aci kejepit dan lumpia mini gulung. Sesi kedua dilanjutkan dengan pembuatan stik singkong dan camilan biskuit Marie wijen. Untuk setiap menu, instruktur memperkenalkan bahan-bahan, memperagakan setiap langkah pembuatan, lalu memandu peserta membuatnya secara langsung.
Suasana kelas berlangsung sangat interaktif. Peserta aktif bertanya dan antusias mempraktikkan seluruh resep. Format kelompok yang inklusif memungkinkan semua peserta belajar bersama dengan gembira sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk berwirausaha.
Debbi Maelani, salah satu peserta, menyampaikan apresiasi kepada YIIM dan Insight IM atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi inspirasi untuk membuka usaha dan hidup lebih mandiri.
Program ini mendukung pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), sekaligus menegaskan komitmen YIIM dan Insight IM dalam memberdayakan masyarakat secara inklusif.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan





