Mei 6, 2025

Pelatihan Makanan Beku Bangun Keterampilan Wirausaha Peserta Prasejahtera

Sepuluh peserta memperoleh keterampilan praktis produksi makanan beku (frozen food), perhitungan HPP, pengemasan, dan rintisan usaha kecil melalui pelatihan kewirausahaan YIIM.

Informasi Program

Nama Program

Pelatihan Kewirausahaan Frozen Food MATA

Tanggal

April 29, 2025

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

10 peserta terpilih dari keluarga prasejahtera dan warga terdampak PHK dari total 12 pendaftar terdaftar.

Lokasi

Kantor YIIM, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia

Aktivitas Utama

Pembelajaran pemilihan bahan baku, resep, teknik produksi higienis, pengemasan, dan perhitungan biaya pokok penjualan (HPP); praktik langsung pembuatan ekado telur puyuh dan tahu bakso aneka topping; diskusi rintisan usaha; dan penyerahan sertifikat.

Capaian yang Diharapkan

Peningkatan keahlian produksi makanan dan perencanaan usaha; kesiapan merintis usaha frozen food rumahan; pembukaan peluang penambahan penghasilan; serta kemandirian ekonomi bagi peserta rentan.

Share the word!
Participants practice making frozen food during YIIM entrepreneurship training

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) didukung oleh PT Insight Investments Management menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan kuliner melalui program Masyarakat Terampil dan Berdaya (MATA). Kegiatan ini merespons besarnya potensi ekonomi usaha makanan bagi masyarakat prasejahtera, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.

Pertumbuhan pasar kuliner Indonesia, kemudahan sarana pemasaran digital, serta menjamurnya UMKM rumahan membuka peluang usaha makanan beku (frozen food) yang sangat menjanjikan. Pelatihan ini dirancang untuk membimbing peserta mengolah menu yang praktis dan berdaya saing tinggi melalui perpaduan materi teori dan praktik masak langsung.

Pelatihan digelar pada Selasa, 29 April 2025, pukul 09.00 hingga 15.00 WIB di kantor YIIM, Grand Wijaya Center Blok F/62B, Pulo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebanyak 10 dari 12 peserta yang lolos seleksi hadir mengikuti pelatihan. Mereka berasal dari latar belakang keluarga berpenghasilan rendah dan sebagian merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Umaroch bertindak sebagai instruktur utama didampingi Ely Widyawati sebagai asisten instruktur. Keduanya merupakan alumni pelatihan tata boga YIIM terdahulu yang telah berhasil merintis usaha kuliner mandiri dan aktif berproduksi hingga saat ini.

Isnaeni Setiawan, Koordinator CSR Insight IM, membuka kegiatan ini. Beliau memaparkan prinsip Transforming Investments into Social Impact Insight yang memungkinkan masyarakat berinvestasi sekaligus berkontribusi dalam program pemberdayaan sosial. Beliau menegaskan komitmen berkesinambungan Insight dan YIIM dalam mengadakan pelatihan keterampilan praktis demi mendukung kemandirian masyarakat.

Maria Dewi Yanti, Sekretaris Pengurus YIIM, menyampaikan bahwa selama lebih dari sepuluh tahun berkiprah, pelatihan kewirausahaan sosial merupakan salah satu program unggulan YIIM. Beliau memotivasi peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin guna menyerap ilmu dan pengalaman, lalu menerapkannya melalui rintisan usaha mandiri yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Materi pelatihan meliputi pemilihan bahan baku berkualitas, teknik pengolahan dasar, pengemasan produk komersial, serta perhitungan harga pokok penjualan (HPP) untuk setiap resep. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam empat kelompok untuk sesi praktik langsung.

Pada sesi pertama, instruktur memandu peserta membuat ekado telur puyuh. Sesi kedua dilanjutkan dengan pembuatan tahu bakso aneka topping. Setiap resep diajarkan mulai dari pengenalan bahan hingga proses akhir penggorengan dan pembekuan. Peserta mempraktikkan setiap resep secara antusias dan aktif bertanya sepanjang sesi.

Program diakhiri dengan diskusi bisnis, sesi tanya jawab, dan penyerahan sertifikat kelulusan. Salah seorang peserta, Mike Rhoma Prianthyi, mengucapkan terima kasih kepada YIIM dan Insight IM serta berharap ilmu pembuatan frozen food ini memotivasi seluruh peserta untuk berani membuka usaha.

Inisiatif ini berkontribusi pada SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan. Program ini mencerminkan komitmen YIIM dan Insight IM dalam mengoptimalkan dana sosial guna menghasilkan dampak sosioekonomi nyata.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan