Maret 15, 2019
YIIM Berdayakan Kaum Perempuan Akar Rumput Melalui Keterampilan Kriya Kreatif dan Wirausaha
YIIM menggelar rangkaian lokakarya kerajinan kriya kreatif bagi kelompok perempuan dan ibu rumah tangga, mengajarkan kreasi sabun wangi, kain flanel, dan strategi pemasaran produk rumahan.

Kerajinan tangan (kriya) merupakan keterampilan praktis bernilai tinggi yang mampu menghasilkan pendapatan keluarga secara mandiri dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Mengolah bahan-bahan sederhana sehari-hari menjadi produk kriya bernilai estetika dan bernilai jual membutuhkan kepekaan rasa, ketekunan, dan keterampilan teknis yang terasah. Jika dirancang secara terstruktur, usaha kriya rumahan membuka peluang lapangan kerja lokal yang sangat potensial bagi kaum perempuan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) menyelenggarakan program pelatihan kriya kreatif terstruktur dan berkelanjutan yang secara khusus menyasar komunitas perempuan akar rumput dan ibu rumah tangga.
Rangkaian pelatihan ini difasilitasi oleh Ibu Damayanti, seorang ibu rumah tangga dan mantan pekerja korporat yang sukses beralih merintis usaha kriya daring mandiri. Berawal dari berbagi teknik kerajinan di lingkungan tetangga, ia bermitra dengan YIIM untuk memberikan pelatihan vokasi yang komprehensif bagi masyarakat luas.
Sesi pelatihan perdana dimulai pada 24 April 2018 bertempat di lantai 3 Gedung YIIM Jakarta, diikuti oleh 15 peserta yang sangat bersemangat. Sesi awal ini memfokuskan pada pembuatan rangkaian bunga dekoratif menggunakan adonan khusus dari parutan sabun mandi batangan, tepung maizena, dan air. Adonan lentur ini dapat dibentuk menjadi bunga wangi, vas hias, patung miniatur, dan hiasan meja yang cantik sekaligus menebarkan aroma wangi semerbak.
Selain adonan sabun hias, kurikulum juga diperluas dengan aneka kerajinan buatan tangan lainnya seperti dompet kain pouch, jam dinding karakter flanel, gantungan kunci kustom, dan toples hias berlapis flanel, sehingga peserta memiliki variasi produk yang beragam sesuai minat pasar.
Program kriya ini telah merampungkan empat putaran pelatihan di beberapa lokasi berbeda, termasuk bersama komunitas perempuan PKK Nuansa Telaga di Kalibaru, Depok; lokakarya di Jagorawi Golf and Country Club; serta dua angkatan di Gedung YIIM Jakarta.
Guna menjaga keberlanjutan jangka panjang, YIIM turut membantu pemasaran produk kerajinan yang dihasilkan peserta. Sebagian hasil penjualan diputar kembali untuk mendanai siklus pelatihan kriya angkatan berikutnya, menciptakan model pemberdayaan sirkular yang bermanfaat bagi lebih banyak warga.
Inisiatif ini berkontribusi pada pencapaian SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 5: Kesetaraan Gender, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salam Inspirasi!
Dokumentasi Foto Tambahan



