Loading...
Bantuan Pendidikan Guru Mengajar dan Siswa Di Masa Pandemi Covid 192020-09-14T04:17:34+00:00

Project Description

Bantuan Pendidikan Guru Mengajar dan Siswa Di Masa Pandemi Covid 19

Publised 05 Mei 2020

Pada tanggal 2 Mei hingga 4 Mei 2020, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) kembali melaksanakan program bantuan sosial untuk penanggulangan pandemi Covid 19.

Bantuan sosial kali ini, YIIM fokus pada bantuan pendidikan untuk guru mengajar dan bantuan alat tulis dan buku untuk para siswa belajar dirumah.

YIIM yang didukung oleh mitra utama PT. Insight Investments Management telah melakukan verifikasi untuk mengetahui kesulitan dan kebutuhan para guru dan murid, khususnya dari sekolah Swasta, dalam menjalankan proses belajar mengajar dari rumah dimasa pandemi virus Corona.

Kenapa sekolah swasta yang dipilih, hal ini mempertimbangkan banyak masukan dari para guru bahwa rata-rata sekolah swasta tidak memberikan alokasi anggaran untuk kuota internet mengajar online, sehingga sejauh ini Para Guru rata-rata membiayai sendiri pembelian kuota internet tersebut.

Untuk pelaksanaan tahap awal, YIIM memberikan bantuan sosial pendidikan pada penerima manfaat:

  1. Sekolah Dasar Kristen Nasional (SDKN) Anglo, yang berlokasi di Jl. Rawasari Sel. No.10X, RT.15/RW.9, Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
  2. Yayasan Panti Asuhan Sayap Ibu yang berlokasi di  Jl. Barito II No.55 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

YIIM berharap, SDK Anglo dan Panti Asuhan Sayap Ibu dapat menjadi contoh bagi bantuan sejenis yang nantinya juga akan diberikan pada institusi pendidikan swasta lainnya, dengan kategori kemampuan ekonomi menengah kebawah.

Untuk bantuan kepada SD Kristen Nasional Anglo, YIIM pada tanggal 2 Mei hingga 4 Mei 2020 secara bertahap menyalurkan bantuan kuota internet tahap pertama  kepada 16 Guru SD Kristen Nasional Anglo, dalam bentuk kuota internet, masing-masing guru mendapatkan bantuan sebesar Rp200.000,- (dua ratus ribu rupiah), secara keseluruhan para guru tersebut mengajar 231 murid.

Rata-rata, Para Guru tersebut mengajar minimal 24 jam dan maksimal 32 jam dalam seminggu, dengan metode pengajaran dilaksanakan secara online yang pelaksanaannya sangat bergantung pada kuota internet,

Bantuan kuota internet mengajar ini diberikan kepada Para Guru karena kondisi pendanaan sekolah yang terbatas, namun Para Guru tetap berdedikasi untuk mengajar demi mencerdaskan murid-muridnya meskipun diharuskan mengajar melalui media elektronik.

Terkait bantuan kuota internet, Ibu Martha selaku wakil I Kepala Sekolah SDK Nasional Anglo menyampaikan

Sekolah tidak pernah membayangkan atau merencanakan diberlakukannya   sistem pengajaran Sekolah Dari Rumah, sehingga sedari awal tahun ajaran sekolah tidak mempersiapkan anggaran untuk mekanisme mengajar ataupun belajar dari rumah. Kami pun dari pihak Sekolah tidak dapat memberikan fasilitas internet bagi guru-guru atau bagi anak-anak dalam menjalani sistem belajar semacam ini”.

Ibu Martha menambahkan “ Kondisi ini menimbulkan polemik baru bagi guru-guru yang memang berstatus ekonomi cenderung menengah ke bawah namun mereka meyakini siswa-siswanya tetap harus belajar meskipun dari rumah.”

Selanjutnya, masih dalam semangat dan suasana hari Pendidikan Nasional, YIIM merasa perlu memberikan dukungan bagi para guru dalam menghadapi polemik ini, oleh karenanya YIIM memberikan bantuan pendidikan dalam bentuk kuota kepada guru sekolah untuk meringankan beban mereka.

Selanjutnya, selain kuota internet untuk guru, YIIM juga memberikan bantuan alat tulis tahap I bagi siswa dan siswi SD dan SMP di SDK Nasional Anglo demi menunjang kegiatan belajar selama di rumah. Bantuan alat tulis ini diberikan kepada 15 siswa SD Kristen Nasional Anglo.

Sementara itu, pada 4 Mei 2020 YIIM juga menyalurkan bantuan alat pendidikan untuk anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Sayap Ibu berupa bantuan paket alat tulis bagi 9 siswa SD dan SMP yang merupakan anak asuhan Yayasan Panti Asuhan Sayap Ibu.

Selain itu, YIIM juga memberikan 100 buah buku bacaan, yang terdiri dari bacaan legenda rakyat, pembentukan kepribadian dan buku ilmu pengetahuan bagi seluruh anak Panti Asuhan Sayap Ibu.

Dalam kunjungan tersebut perwakilan Yayasan Panti Asuhan Sayap Ibu, Lily, menuturkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada YIIM dan Insight Investments Management yang telah menaburkan kepedulian kepada anak-anak asuhan kami ini melalui pemberian paket alat tulis dan 100 Buku bacaan”.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “sekolah dari rumah merupakan hal yang baru bagi anak-anak panti kami, namun dengan adanya bantuan paket alat tulis dan buku-buku bacaan dari YIIM, akan sangat membantu anak-anak dalam melewati masa pandemik ini.” ujarnya.

Selanjutnya Ketua Pengurus YIIM, Chrisbiantoro menjelaskan, “Dunia pendidikan saat ini merupakan salah satu sektor yang paling terkena dampak penyebaran COVID-19, oleh karenanya mari jadikan Hari Pendidikan tahun ini sebagai momen kita untuk memastikan Kegiatan Belajar dan Mengajar tetap berjalan dengan maksimal meskipun harus dilakukan jarak jauh, tanpa menghambat dan membatasi transfer ilmu dan wawasan dari Guru kepada Siswa-siswanya.”

Menurut Chrisbiantoro, bantuan pendidikan bagi guru dan siswa ini sangat diperlukan karena dunia pendidikan merupakan investasi Indonesia maju.

Pendidikan merupakan investasi utama bagi mimpi Indonesia maju.” Ujar Chris

Dengan memastikan sektor pendidikan tetap berjalan dengan baik di tengah pandemik Covid-19 maka kegiatan pemberian bantuan ini sejalan dengan Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tertanggal 25 September 2015 tentang program Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) khususnya tujuan ke-4 tentang kelayakan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama Budy Cahaya selaku perwakilan PT Insight Investments Management mengungkapkan, “Meskipun dunia sedang dilanda wabah COVID-19 yang telah melumpuhkan berbagai sektor ekonomi dan sosial di masyarakat, namun sektor pendidikan harus tetap terjaga baik pelaksanaannya demi mencerdaskan anak bangsa yang memiliki peran penting dalam memperbaiki dan membangkitkan sektor ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia di saat wabah ini selesai”.

YIIM berharap bantuan pendidikan ini menjadi awal yang baik bagi Para Guru dan murid dalam melewati pandemi Covid 19, dan semoga semakin banyak kalangan yang peduli pada para guru dan murid dalam menjalankan belajar online selama pandemi.

Semoga Indonesia dapat segera melewati fase berat ini dan mampu bangkit menjadi Negara yang lebih kuat dengan masyarakat yang sehat, pintar dan cerdas.

Salam Inspirasi!

Kenapa sekolah swasta yang dipilih, hal ini mempertimbangkan banyak masukan dari para guru bahwa rata-rata sekolah swasta tidak memberikan alokasi anggaran untuk kuota internet mengajar online, sehingga sejauh ini Para Guru rata-rata membiayai sendiri pembelian kuota internet tersebut.