June 13, 2020
Educational Connectivity Subsidies for Teachers and School Stationery Kits for Students
Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM), in collaboration with PT Insight Investments Management, distributed educational assistance to honorary teachers and underprivileged students to support online learning during the Covid-19 pandemic transition.

Sepanjang bulan Mei hingga minggu pertama bulan Juni 2020, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) and mitra utama PT. Insight Investments Management kembali menyalurkan bantuan pendidikan tahap akhir in masa transisi menuju New Normal sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah.
YIIM sebagai komponen bangsa, memiliki komitmen for terus bersinergi dengan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan sebagaimana dimandatkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2017, khususnya Pasal 2 tentang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat.
YIIM meyakini bahwa bantuan pendidikan khususnya in masa pandemi Covid 19 setidaknya sedikit banyak dapat meringankan beban para guru and para siswa agar tidak terganggu selama menjalani proses belajar mengajar secara daring (online). Sehingga membawa kontribusi for tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu for menjaga kualitas pendidikan tetap baik.
Bantuan pendidikan kali ini merupakan bagian from paket bantuan serupa yang telah disalurkan oleh YIIM and PT. Insight Investments Management, sepanjang pandemi Covid 19 melanda pada awal Maret 2020.
Paket bantuan yang disalurkan tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, yaitu terdiri from bantuan paket internet for guru mengajar and bantuan tas serta alat tulis pendidikan for meringankan beban siswa and siswi from keluarga kurang mampu.
Berikut adalah daftar bantuan pendidikan tahap to tiga yang telah disalurkan oleh YIIM:
Secara keseluruhan selama pemberlakukan belajar online, YIIM telah menyalurkan bantuan kuota internet for 205 orang guru from 13 sekolah yang cukup beragam yaitu Taman Kanak-Kanak, pesantren, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama and Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan jam mengajar rata-rata 24 jam sampai dengan 32 jam dalam seminggu.
Sementara itu, for jumlah siswa yang telah dibantu secara keseluruhan sebanyak 239 siswa from 14 sekolah formal, satu yayasan panti asuhan and dua perkampungan padat penduduk in Duren Sawit, Jakarta Timur and Pejompongan Jakarta Pusat.
Salam Inspirasi!
Additional Photo Documentation














