October 5, 2020
Press Release Urban Farming Solusi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid 19
Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) held its first national webinar exploring urban farming practices with experts from IPB, offering urban food resilience solutions and micro-economic empowerment opportunities for pandemic-affected communities.

Pada hari Sabtu, 19 September 2020, Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) mengadakan acara YIIM Webinar Series #1 dengan topik ‘Urban Farming: Solusi Economic Empowerment for Warga Terdampak Covid-19’. Webinar kali ini menghadirkan empat pembicara, yaitu Prof. Hadi Susilo Arifin, PH.D (Akademisi Pertanian Kota Institut Pertanian Bogor), Chrisbiantoro, S.H, LL.M (Ketua Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun), Gunadi (Praktisi Pertanian Kota Independen), and Agus Garisman (Product Development Manager PT. Meroke Tetap Jaya).
Didukung oleh PT. Insight Investment Management sebagai mitra utama YIIM, acara webinar pertanian kota atau urban farming dilakukan for membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 agar dapat meningkatkan daya tahan and kreativitas ekonomi dalam menghadapi masa pandemi.
Penjelasan pertama disampaikan oleh Chrisbiantoro dengan tema ‘Hijau Lestari and Produktif Bercocok Tanam for Generasi Indonesia Sehat.’ Chrisbiantoro menjelaskan pentingnya bercocok tanam for masyarakat kota agar tidak selalu bergantung pada pasokan bahan pangan from luar kota, terutama saat kondisi genting seperti pandemi Covid-19. Dipaparkan pula berbagai keuntungan pertanian kota dengan hidroponik, seperti efisiensi lahan, dana, and sumber daya.
” Ketahanan and swasembada pangan adalah hal yang fundamental for kesejahteraan bangsa. YIIM bekerja for meningkatkan kepedulian publik terhadap pelestarian lingkungan and pertanian kota agar dapat menopang konsumsi rumah tangga,” tutur Chrisbiantoro.
Melalui berbagai program lingkungannya, YIIM berharap dapat muncul banyak gerakan inspirasi for melestarikan lingkungan hidup, serta adanya peningkatan pengetahuan and keterampilan warga dalam bercocok tanam and pertanian kota.
Penjelasan kedua diberikan oleh Prof. Hadi Susilo Arifin mengenai optimalisasi penggunaan lahan pekarangan sebagai salah satu media for mengatasi permasalahan ekonomi keluarga. Prof. Hadi menjelaskan bahwa pekarangan rumah dapat digunakan for berbagai kegiatan produktif, seperti urban farming, yang dapat menjadi saluran usaha and ekonomi tambahan for keluarga. Selain itu, melakukan kegiatan pertanian kota melalui pekarangan rumah dapat meningkatkan gaya hidup sehat for anggota keluarga, baik in saat Covid-19 maupun setelahnya.
” Jadikan makananmu sebagai obatmu, bukan obat sebagai makananmu. Jadikan pekarangan menjadi apotek hidup berisi tanaman obat for keluarga. Jadikan sehat sebagai gaya hidup kita. Olah kreativitas for menjadikan pekarangan sebagai sumber pemasukan tambahan,” pesan Prof. Hadi.
Penjelasan ketiga diberikan oleh Gunadi mengenai cara bertanam tabulampot. Sebagai seorang praktisi, Gunadi memaparkan bahwa bertanam tabulampot memiliki banyak keunggulan for masyarakat kota. Tabulampot dapat tumbuh in lahan sempit, lingkungannya mudah in rekayasa, mudah panen buah, and dapat menjadi penghias ruangan. Gunadi juga memberikan tips merawat tabulampot agar berhasil. Memulai tabulampot sebagai praktik pertanian kota dapat dimulai secara independen atau dapat membeli perlengkapannya melalui toko pertanian, seperti Sarang Agribisnis Mandiri milik Gunadi.
Penjelasan keempat diberikan oleh Agus Garisman mengenai pengenalan hidroponik sebagai salah satu bentuk urban farming yang mudah, efektif, and banyak digemari. Hidroponik adalah budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah sama sekali and dapat dilakukan in rumah atau pekarangan. Dengan memperhatikan sinar matahari, temperatur suhu air and udara, media pendukung tegakan, pengganti tanah, serta makanan nutrisi, hidroponik dapat dilakukan secara mandiri. Hasil from hidroponik pun dapat dijadikan bahan pangan sehari-hari atau dapat dijual sebagai pemasukan for keluarga.
Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif, and ditutup dengan pesan from para pembicara serta foto bersama. Semua peserta webinar mendapat sertifikat and 30 peserta beruntung mendapat hadiah from YIIM and PT. Insight Investment Management, berupa kopi and masker for peserta in Jabodetabek, and pulsa senilai Rp30.000,00- for peserta in luar Jabodetabek. Rekaman webinar ini dapat disaksikan in Channel Youtube Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun pada tautan https://www.youtube.com/watch?v=0UhPvgbio1E. Informasi mengenai kegiatan YIIM Webinar Series berikutnya dapat dipantau in Instagram @yiim.official.
Salam Inspirasi!
Additional Photo Documentation

