September 9, 2024

Energi Bersih dan Bantuan Perikanan Perkuat Penghidupan Warga di Nusa Tenggara Timur

Cold storage bertenaga surya, mesin pembuat es, perahu, alat tangkap, dan pelatihan usaha membantu 37 nelayan meningkatkan kualitas hasil tangkapan dan pendapatan keluarga di Manggarai Barat.

Informasi Program

Nama Program

Program Desa Energi dan Bantuan Perahu Nelayan

Tanggal

Agustus 26, 2024

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

37 nelayan dan keluarga di Dusun Boleng Darat serta masyarakat pesisir Desa Tanjung Boleng.

Lokasi

Dusun Boleng Darat, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Aktivitas Utama

Pemasangan sistem panel surya, baterai, inverter, pembuat es, dan 2 cold storage 600 liter; bantuan 5 perahu, 20 set pancing, dan 20 set jaring berlapis; pembinaan kelompok; literasi keuangan; pengolahan produk ikan; dan edukasi kesehatan keluarga.

Capaian yang Diharapkan

Pencegahan pembusukan ikan, peningkatan mutu dan nilai jual komoditas tangkapan, produktivitas melaut yang lebih tinggi, peningkatan pendapatan rumah tangga, dan pemanfaatan energi bersih ramah lingkungan.

Share the word!
Solar-powered fishing livelihood support in West Manggarai, East Nusa Tenggara

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) didukung PT Insight Investments Management bekerja sama dengan Yayasan Insan Bumi Mandiri untuk memperkuat mata pencaharian dan kelestarian lingkungan melalui Program Desa Energi di Dusun Boleng Darat, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Manggarai Barat merupakan salah satu dari lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas di Indonesia, dengan pusat pembangunan terfokus di Labuan Bajo, Kecamatan Komodo. Namun demikian, masyarakat di kecamatan sekitarnya belum sepenuhnya merasakan dampak pemerataan tersebut. Data dari Kabupaten Manggarai Barat Dalam Angka 2023 menunjukkan masih adanya kesenjangan kondisi demografi, akses kesehatan, gizi anak, tingkat kemiskinan, ketenagakerjaan, dan pembangunan berkelanjutan.

Angka kemiskinan daerah yang mencapai 17,15 persen menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi masih menjadi tantangan nyata. Distribusi pertumbuhan ekonomi yang belum merata dan keterbatasan akses terhadap pekerjaan yang layak turut berdampak pada masyarakat di luar pusat pariwisata utama.

Dusun Boleng Darat dihuni oleh 37 orang nelayan yang umumnya menangkap ikan untuk konsumsi keluarga dan dijual kepada warga sekitar. Penjualan hasil tangkapan dalam jumlah besar ke kota memerlukan perjalanan panjang yang berisiko menurunkan kualitas ikan. Para nelayan juga kesulitan memperoleh es balok untuk menjaga kesegaran ikan selama perjalanan menuju Labuan Bajo.

Berlangsung dari April hingga Desember 2024, Program Desa Energi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nelayan, mengoptimalkan tata kelola usaha, dan mendongkrak pendapatan anggota kelompok nelayan Boleng. Penerima manfaat langsung mencakup para nelayan, keluarga mereka, dan masyarakat luas di kawasan pesisir.

Program ini menyalurkan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan fasilitas rantai dingin berupa 1 unit mesin pembuat es batu (ice maker), 2 unit cold storage berkapasitas 600 liter, 4 unit baterai 12V 100Ah, 6 unit panel surya 200 Wp, 1 unit inverter hybrid 2 kW, serta panel proteksi sirkuit. Bantuan ini juga dilengkapi dengan pembentukan dan penguatan kelompok nelayan, pendampingan literasi keuangan, pengolahan produk turunan ikan, serta penyuluhan ketahanan keluarga dan kesehatan.

Pada Agustus 2024, YIIM dan Insight IM melengkapi bantuan dengan menyerahkan 5 unit perahu nelayan, 20 set tali pancing, dan 20 set jaring berlapis guna meningkatkan kapasitas penangkapan, produktivitas kerja, dan pendapatan keluarga nelayan.

Fasilitas energi surya telah beroperasi optimal dan memungkinkan kelompok nelayan memproduksi es batu serta menyimpan ikan di desa secara mandiri. Per 26 Agustus 2024, kelompok nelayan telah mencatatkan total tangkapan sebesar 260 kilogram. Penjualan es batu kepada nelayan menghasilkan omzet sekitar Rp900.000, di mana separuhnya dialokasikan ke kas kelompok untuk biaya listrik dan operasional.

YIIM, Insight IM, dan Yayasan Insan Bumi Mandiri terus mendampingi kelompok dalam memperluas akses pasar. Sinergi antara energi terbarukan, fasilitas pendingin, alat tangkap modern, pelatihan, dan pembukaan akses pasar dirancang untuk meminimalkan pembusukan ikan serta menciptakan sumber penghidupan lokal yang berkelanjutan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Insight IM dan berkontribusi pada pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan