Juni 29, 2024

Pelatihan AROMA Siapkan 15 Barista dan Wirausaha Kopi

Lima belas peserta terpilih menyelesaikan lima hari pelatihan intensif pembuatan espresso, pengolahan susu, latte art, mocktail, manajemen kafe, dan pelayanan pelanggan.

Informasi Program

Nama Program

Pelatihan Barista dan Kewirausahaan Kopi AROMA

Tanggal

Juni 19, 2024

Fokus Program

SDGs

Mitra Kolaborator

Penerima Manfaat / Peserta

15 peserta terpilih dari latar belakang rentan secara ekonomi dan sosial.

Lokasi

Jakarta, Indonesia

Aktivitas Utama

Pelatihan lima hari mencakup teknik espresso, latte art, mocktail, minuman serbuk kekinian, manajemen operasional kedai, pelayanan prima, dan simulasi role play kedai kopi.

Capaian yang Diharapkan

Peningkatan keahlian teknis barista dan kreasi minuman, pemahaman manajemen bisnis kafe, kepercayaan diri, serta kesiapan kerja atau wirausaha mandiri di industri kopi.

Share the word!
AROMA barista and coffee entrepreneurship training in Jakarta

Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) dan Insight Investments Management menyelenggarakan program Aksi Peningkatan Usaha Barista Masyarakat (AROMA) guna membantu para peserta dari kelompok rentan secara ekonomi dan sosial merintis karir serta usaha di industri kopi.

Sebanyak 15 peserta terpilih menyelesaikan pelatihan intensif selama lima hari pada 19–21 dan 24–25 Juni 2024. Pelatihan ini dipandu oleh instruktur berpengalaman serta didampingi oleh para alumni program AROMA angkatan sebelumnya.

Chrisbiantoro, Ketua Pengurus YIIM, mendorong peserta untuk bersungguh-sungguh karena kemampuan mereka akan dievaluasi secara berkala. Beliau menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bekal keterampilan profesional untuk siap bekerja di kedai kopi maupun merintis usaha mikro barista secara mandiri.

Pada hari pertama, peserta mengikuti pre-test dan mendapatkan materi pengantar mengenai dunia kopi serta profesi barista. Sesi ini mengukur dan memperkuat wawasan dasar peserta.

Hari kedua diisi dengan materi ekstraksi espresso dan pembuatan minuman berbasis espresso. Peserta mempraktikkan peracikan resep cappuccino, latte, dan Americano, serta mempelajari teknik frothing (membuat busa susu) secara manual maupun menggunakan mesin otomatis.

Pada hari ketiga, peserta mengasah keahlian menuang susu dan menggambar pola di atas kopi (latte art). Praktik ini melatih ketelitian teknik, kreativitas estetika, dan standar penyajian minuman.

Hari keempat memperluas kurikulum minuman melalui pengenalan mocktail (minuman non-alkohol). Peserta mempelajari perbedaan mocktail dan cocktail, bahan racikan umum, pemanfaatan bubuk perisa kekinian, serta kombinasinya dengan bahan dasar kopi maupun non-kopi.

Hari terakhir difokuskan pada manajemen kedai kopi, administrasi penjualan, dan pelayanan prima kepada pelanggan. Peserta kemudian menjalani ujian praktik simulasi operasional coffee shop (role play) yang menggabungkan seluruh materi pelatihan, menunjukkan kreativitas, dan membangun rasa percaya diri.

Isnaeni Setiawan, mewakili tim CSR Insight, menggarisbawahi peran vital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi perekonomian Indonesia. Ia mengajak peserta menyadari bahwa usaha kecil yang dirintis dengan tekun dapat memberikan kontribusi besar bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan pembangunan bangsa.

YIIM optimis pelatihan ini mampu meningkatkan wawasan, kompetensi teknis, kesiapan kerja, serta keberanian peserta untuk membuka usaha mandiri di industri kopi Indonesia.

Salam Inspirasi!

Dokumentasi Foto Tambahan