December 29, 2022

From Incarceration to Sustainable Agritourism: Sutrisno Abdi Champions Green Agriculture in Malang

YIIM, alongside Bapas Class I Malang and UNODC, conducted social entrepreneurship training and comprehensive mentoring for correctional clients to build and expand farm-based agritourism micro-enterprises.

Share the word!

Sutrisno Abdi (41 Tahun) atau biasa disapa pak Sutrisno merupakan salah satu alumni Training on manajemen kewirausahaan yang diadakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bekerjasama dengan Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang (Bapas Kelas I Malang), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Security Council Counter-Terrorism Committee Executive Directorate (CTED), United Nations of Office Counter-Terrorism-UN Counter Terrorism Centre (UNCCT) and From the People of Japan pada tahun 2022.

Program ini merupakan salah satu program yang bertujuan for meningkatkan keterampilan soft skill para peserta Training on and for meningkatkan usaha para peserta Training on ini. Training on ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs nomor 1 menghapus kemiskinan, nomor 2 mengakhiri kelaparan, nomor 8 pekerjaan yang layak and pertumbuhan ekonomi, nomor 10 mengurangi ketimpangan, nomor 16 perdamaian, keadilan and kelembagaan yang tangguh, and nomor 17 kemitraan for mencapai tujuan. Selain itu, program ini juga dipercaya dapat memberikan kontribusi terhadap kebijakan deradikalisasi melalui pendekatan kesejahteraan ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintah salah satunya melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Pak Sutrisno saat ini hidup bersama kedua orang tuanya in kecamatan Jabung, kabupaten Malang. Beliau merupakan salah satu mantan nara pidana tindak pidana terorisme (NAPITER). Pada saat itu, beliau in vonis penjara selama empat tahun dua bulan. Pak Sutrisno ditahan in Lembaga pemasyarakatan (LAPAS) lowokwaru and Sentul. Kemudian menjalani sebagai Klien Pemasyarakatan in BAPAS Kelas 1 Malang.

Awal Mula Menjalankan Usaha

Setelah tiga bulan bebas, in tahun 2018 pak Sutrisno memutuskan for memulai usaha yaitu agrowisata dengan nama ” R umah K etahanan P angan “. Usaha pak Sutrisno ini berada in desa Gabong, Kabupaten Malang. Beliau memanfaatkan lahan tebu kedua orang tuanya yang sebesar 6000 meter for menjalankan usaha tersebut. Awalnya lahan tersebut disewakan kepada seseorang. Namun semakin lama tidak menguntungkan for pak Sutrisno and keluarga karena harga sewa setiap tahunnya menjadi menurun.

Pada akhirnya pak Sutrisno perlahan-lahan mengubah lahan tersebut for usaha bibit, pertanian, peternakan, and kini tempat bermain anak (playground). Tempat bermain anak ini dinamankan ” Taman Polan”. for pengunjung yang datang membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 dengan mendapatkan alat media for menanam.

Pendapatan pak Sutrisno pertama kali dalam usaha ini adalah saat menjual bibit dengan omset kotor selama satu bulan sebesar Rp 7.500.000. Semakin berkembang usahanya, saat ini pak Sutrisno mendapatkan pendapatan kotor sebesar Rp8.000.000 and pendapatan bersih sebesar Rp5.000.000 setiap bulannya. Pendapatan yang diterima pak Sutrisno juga terus digunakan for mengembangkan usahanya saat ini.

Selama proses perubahan lahan, pak Sutrisno beberapa kali mengalami kendala pada menanam seperti singkong and tequila. Walaupun mengalami kegagalan, pak Sutrisno tidak menyerah for terus menanam berbagai macam tumbuhan for usaha pertanian ini. Beliau menganggap hal ini menjadi pembelajaran for kedepannya.

Sejak in dalam penjara, pak Sutrisno sudah merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh dirinya setelah keluar from penjara. Salah satu rencana yang akan dilakukan saat keluar itu adalah usaha in bidang pertanian ini. Sejak sebelum masuk tahanan, pak Sutrisno memang senang menjalankan usaha. Pak Sutrisno juga sudah mempunyai ilmu dasar pertanian pada saat kuliah, namun terhenti in semester 4. Ilmu pertanian ini terus dikembangkan oleh pak Sutrisno selama in dalam penjara hingga sampai saat ini

“Saya saat in dalam sudah mengkonsep nanti mau keluar mau gimana. Alhamdulillah sekarang lancar karena sejak in dalam sudah memikirkan itu Walaupun kenyataannya masih meleset namun hal ini bisa dijadikan pembelajaran. “

Pengaruh Training on Manajemen Kewirausahaan Terhadap Usaha Sutrisno

Setelah mengikuti Training on manajemen kewirausahaan, pak Sutrisno merasa Training on ini menambah pengetahuan for perkembangan usahanya, terutama tentang pemasaran digital (digital marketing) salah satunya melalui media social serta e-commerce. Menurutnya pemasaran digital ini sangat membantu for memperluas pasar usahanya. Selama ini usaha pak Sutrisno hanya menjual hasil-hasil pertanian and peternakan to pasar-pasar tradisional dengan pemasaran tatap muka (offline).

“Training on kemarin sangat penting for kita terutama bagian strategi pemasaran e-commerce and design. Rencana kedepannya ingin mengembangkan usaha dengan menjual hasil peternakan seperti frozen meet dengan e-commerce agar penjualan kita ga hanya disini saja, bisa keluar kota.”

for tempat bermain (playground ), pak Sutrisno juga selama ini hanya melakukan pemasaran dengan mulut to mulut. Namun, kini pak Sutrisno mulai memasarkan tempat usahanya melalui media sosial seperti Tiktok and Instagram.

“Saya mengawali pemasaran melalui sharing dengan guru T aman K anak-kanak (TK). TK butuh ilmu tentang pertanian. Jadi pas mereka praktik ten tang hewan and lingkungan, saya undang for edu ka si. Sesuai dengan misi saya hal ini dilakukan karena keprihatinan terhadap pertanian yang saat ini mulai tidak diminati oleh generasi muda.”

for memperluas usaha, pak Sutrisno dibantu oleh mas Wildan yang merupakan salah satu mantan NAPITER for pemasaran online and juga foto katalog. Saat ini masih ditahap proses persiapan pemasaran. Rencananya pak Sutrisno ingin menjual hasil usahanya ini keluar kota and juga keluar negeri. Saat ini usaha pak Sutrisno juga sudah memiliki Nomor Izin Usaha (NIB) and SKU (Surat Keterangan Usaha) tingkat kelurahan.

Tidak hanya pemasaran online, rencananya pak Sutrisno juga ingin mengiklankan tempat usaha in warung NKRI yang terdapat in stasiun Malang menggunakan Televisi (TV). Hal ini bertujuan agar para penumpang kereta dapat melihat iklan tersebut and tertarik for datang to tempat usaha pak Sutrisno.

Informasi terkait Training on dapat diakses melalui VIDEO INI.

Mencoba Memperluas Usaha

Usaha pak Sutrisno ini menarik perhatian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pada akhirnya pak Sutrisno kerjasama dengan BNPT for membuka cabang usahanya in daerah Turen, Kab. Malang. Lahan seluas 1,4 hektar ini sedang dilakukan proses pembangunan for konsep yang sama seperti tempat usahanya yang pertama in daerah Jabung.

Tidak hanya usaha dibidang Agrowisata, terdapat beberapa usaha yang dijalankan oleh pak Sutrisno. Usaha ini ada yang dijalankan sendiri oleh pak Sutrisno maupun bekerjasama dengan temannya, seperti usaha jual beli mobil/motor bekas and usaha batik eco print. for usaha batik eco print pak Sutrisno menjual in warung NKRI yang terdapat in stasiun Malang. in warung ini terdapat beberapa produk UMKM from komunitas Se-Malang Raya.

Harapan pak Sutrisno kedepannya, usaha ini dapat memberikan pengetahuan serta menarik para generasi muda for bekerja dibidang pertanian. Selain itu dapat terintegrasi dengan masyarakat sekitar. and juga pak Sutrisno berharap semoga produk-produk usaha pak Sutrisno bisa ditampilkan in berbagai tempat agar masyarakat diluar sana melihat and tertarik for membeli.

for teman-teman yang tertarik dengan Agrowisata pak Sutrisno bisa kunjungi “Rumah Ketahanan Pangan” yang berlokasi in Jl. Raya Jabung no.38 desa Jabung, kec, Jabung, kab. Malang atau bisa cek sosial medianya in Tiktok yaitu “Rumah_ketahanan_pangan” and instagram @ pthanos_edupark.

Salam Inspirasi!