February 19, 2023
From Reintegration to Entrepreneurial Resilience: Culinary Innovation and Digital Marketing in Probolinggo
In cooperation with Bapas Class I Malang and UNODC, YIIM organized social entrepreneurship management training to equip former terrorism inmates with product innovation skills and independent culinary business management.

Bambang Susianto atau biasa disapa Pak Bambang (60 Tahun) merupakan salah satu alumni program Training on manajemen kewiausahaan. Program ini merupakan salah satu program yang bertujuan for meningkatkan keterampilan soft skill para peserta Training on and meningkatkan produktifitas usaha para peserta Training on ini.
Pak Bambang merupakan salah satu eks nara pidana tindak pidana terorisme (Napiter) yang berasal from Kota Probolinggo. Pada saat itu Pak Bambang in vonis penjara selama 2 tahun, and mulai menjalani masa hukuman sejak bulan Agustus 2018 hingga Agustus 2020. Pak Bambang ditempatkan in Polda Metro Jaya, Jakarta.
Training on ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs nomor 1 menghapus kemiskinan, nomor 2 mengakhiri kelaparan, nomor 8 pekerjaan yang layak and pertumbuhan ekonomi, nomor 10 mengurangi ketimpangan, nomor 16 perdamaian, keadilan and kelembagaan yang tangguh, and nomor 17 kemitraan for mencapai tujuan.
Training on tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bekerjasama dengan Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang (Bapas Kelas I Malang), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Security Council Counter-Terrorism Committee Executive Directorate (CTED), United Nations of Office Counter-Terrorism-UN Counter Terrorism Centre (UNCCT) and From the People of Japan pada tanggal 28-29 Maret tahun 2022.
Membuka Lembaran Baru Merintis Usaha Kuliner
Sebelum menjadi Napiter, Pak Bambang merupakan seorang pensiunan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri in salah satu sekolah in wilayah Probolinggo. Setelah menjalani masa hukuman Pak Bambang mulai membuka lembaran baru and memberanikan diri for membuka usaha in bidang kuliner yaitu kedai warung mie and usaha bengkel kendaraan bersama dengan anak-anaknya. Lokasi usaha Pak Bambang berada in tempat tinggalnya. sejak dahulu bertempat tinggal in jalan Sumber taman kencana lima kota Probolinggo, sejak lokasi ini belum terlalu ramai. Aneka menu makanan yang dijual Pak Bambang antara lain berjualan mie kopyor, Cwi mie, tahu campur and lontong mie. Selain itu juga Pak Bambang berjualan aneka minuman seperti kopi sachet and aneka jus.
Pak Bambang merupakan alumni Training on YIIM yang ketika mengikuti Training on masih menjalankan usaha. Selama berwirausaha Pak Bambang juga banyak menemui kendala, seperti modal usaha and harga bahan baku masakan yang terkadang mengalami kenaikan. Tentunya hal tersebut sangat membuat Pak Bambang kesulitan for mempertahankan usahanya.
Pasca Training on YIIM, Mulai Berinovasi Pemasaran
Namun Pak Bambang mengaku sangat terbantu setelah mendapatkan materi yang diajarkan from Training on manajemen kewirausahaan sosial YIIM, seperti inovasi produk and digital marketing. for memperluas usahanya Pak Bambang sudah memasukan usahanya in platform pemesenan makanan seperti gofood.
Selain menjalankan usahanya pak Bambang juga mempunyai agenda atau konsentrasi kepada dakwah, for mengajak warga muslim in sekitarnya for sama-sama memakmurkan masjid, dengan meramaikan mesjid dengan beragam kegiatan. Pak Bambang Fostering agar masjid bisa ramai dengan berbagai aktivitas tidak hanya setelah waktu salat kemudian masjid ditutup bercita-cita membangun peradaban. Pak Bambang juga sering melakukan kegiatan sosial seperti mengadakan jumat berkah for masyarakat sekitar rumahnya.
Harapan Pak Bambang for YIIM senantiasa selalu berkembang and teman-teman YIIM bisa membantu alumni Training on dalam rangka memperkuat ekonomi masyarakat sehingga tidak goyah oleh terpaan, kehidupan keluarga bisa stabil dengan tetap menjaga ketaatan kepada Tuhan.
Salam Inspirasi!





