January 18, 2021
The Inspiring Story of Agus Kurnia: Terrorism Survivor Establishing an Independent Coffee Shop
Through barista entrepreneurship training and business coaching by YIIM and the Witness and Victim Protection Agency (LPSK), Agus Kurnia, a terrorism survivor, successfully established and runs an independent coffee shop to rebuild his livelihood.

Agus Kurnia adalah salah satu peserta Entrepreneurship Training on barista kopi yang diselenggarakan oleh Lembaga Perlindungan Saksi and Korban (LPSK) and Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM).
Informasi terkait Barista Training kopi YIIM and LPSK dapat diakses disini.
Agus Kurnia merupakan salah satu penyintas from peristiwa tindak pidana terorisme yang terjadi in Thamrin and menjadi bagian from terlindung dibawah naungan LPSK. Program ini bagian from kontribusi YIIM for memperkuat kerjasama kelembagaan dengan pemerintah dalam bingkai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan and Kelembagaan yang kuat.
Agus Kurnia terpilih sebagai peserta terbaik dalam Training on yang diselenggarakan pada tanggal 2, 3 and 4 September 2020 in Kantor LPSK in Jakarta. Total peserta yang mengikuti Barista Training kopi sebanyak 9 (sembilan) orang terlindung LPSK.
Dalam program ini, seluruh tim pelatih and asisten pelatih berasal from alumni program kewirausahaan barista kopi yang merupakan program rutin from YIIM.
Sebagai peserta terbaik, Agus Kurnia kemudian mendapatkan bantuan from PT. Pegadaian Persero melalui program bina lingkungan for bantuan modal usaha membuka warung kopi sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Agus akan membuka warung kopi (kedai) in Sumedang Jawa Barat.
YIIM berharap semakin banyak korban and penyintas from beragam tindak pidana yang dapat diberikan Entrepreneurship Training on, tidak hanya kopi barista namun juga program program lain yang dimiliki oleh YIIM diantaranya sablon pakaian, kuliner, cuci service AC, tata rias and barbershop.
YIIM bangga dapat memberikan kontribusi for Economic Empowerment for masyarakat khususnya saksi and korban terlindung.
YIIM terbuka and membuka diri for dukungan, kerjasama and donasi from publik and akan disalurkan kepada para penerima manfaat sesuai dengan visi and misi YIIM selaku selaku lembaga nirlaba yang memiliki kepedulian terhadap pemajuan and Community Empowerment in in Indonesia.
Salam Inspirasi!






