June 23, 2022
The Inspiring Journey of Izzul Maromi: Pursuing a Management Degree and Fostering Youth Entrepreneurship in Sumenep
Supported by the Inspiration Scholarship program from Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) and PT Insight Investments Management, Izzul Maromi obtained university tuition assistance in Management studies while sustaining remarkable academic achievements.

Izzul Maromi (19 Tahun) atau yang disapa Izzul merupakan salah satu penerima Scholarship Program for Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) and PT. Insight Investments Management (INSIGHT). Saat ini ia sedang menjalankan perkuliahan dengan jurusan manajemen in semester 2. Pada semester sebelumnya, Izzul mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang cukup baik sebesar 3,66.
Program Scholarship Program for ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yaitu SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Izzul merupakan seorang anak tunggal kelahiran Sumenep yang lahir in keluarga sederhana. Sang Ayah bekerja menjadi petani musiman padi and tembakau and sang Ibu ikut membantu Ayah dalam bekerja. Ia tinggal disebuah desa yang dalam satu lingkup masih merupakan satu keluarga besar. Lingkungan tersebut juga membawa energi positif and rata-rata warga tersebut banyak yang merupakan lulusan sarjana.
Bekerja Sampingan Selama Sekolah
Selama menduduki bangku kelas 12, Izzul mengajar les in bimbel Ganesha Operation dengan mata pelajaran kimia, fisika, and matematika. Pejerjaan sebagai guru les ia dapatkan from salah satu gurunya, setelah Izzul memenangkan olimpiade Kimia. Izzul pun mengajar anak SMA Kelas 10 sampai 12. Setiap bulannya, ia mendapatkan pendapatan Cuma-Cuma berkisar Rp300.000-Rp400.000. Terkadang Izzul juga mendapatkan uang tips from orang tua siswa. Setelah Izzul masuk kuliah, ia pun tidak melanjutkan pekerjaan mengajarnya.
Awal Mula Menuju Perguruan Tinggi
Saat Izzul lulus in tahun 2021, ia pun langsung mencari perguruan tinggi. Alasan kuliah adalah karena ingin membahagiakan orang tua, menambah wawasan baru, and ingin mencari pengalaman baru in perkuliahan for mencapai cita-cita.
Izzul sebelumnya telah diterima in sebuah perguruan tinggi. Namun karena jaraknya yang terlalu jauh and ia merupakan anak tunggal, orang tuanya pun menyuruh Izzul for mencari perguruan tinggi yang dekat dengan rumahnya. in suatu saat, Izzul mendapatkan informasi from seseorang mengenai kampus in daerahnya yang bagus and terdapat banyak Scholarship Program for, yaitu Universitas Bahaudin Mudhary Madura (UNIBA). Akhirnya ia pun mencoba mendaftarkan diri menggunakan jalur Penelusuran Minat and Kemampuan (PMDK) atau jalur rapot.
Alasan mendaftar Scholarship Program for adalah karena ia ingin meringankan orang tua and ingin memacu semangat belajar. Setelah menunggu sekitar seminggu, Izzul pun akhirnya diterima and mendapatkan Scholarship Program for penuh. Kedua orang tuanya tentu senang and bangga. Scholarship Program for ini dapat meringankan kedua orang tuanya karena Izzul berasal from keluarga kalangan ekonomi menengah to bawah.
Selama perkuliahan, Izzul tinggal dengan kedua orang tuanya karena jarak rumah dengan kampus lumayan dekat. Jika berangkat naik motor, estimasi waktu from rumah hingga to kampus sekitar 15-20 menit.
Keaktifan in Kampus and Luar Kampus
Izzul aktif mengikuti komunitas in kampus yaitu wirausaha muda mahasiswa (WIMBAR) UNIBA. Komunitas ini mengajarkan bagaimana cara for mengembangkan usaha saling berbagi antar anggota. Dalam komunitas ini Izzul berperan sebagai pengurus in bidang pemasaran.
in luar kampus, Izzul mengikuti komunitas modelling. Sudah sejak kelas 3 SMP ia mengikuti komunitas modelling. Pada awalnya Izzul merupakan sosok pemalu and tidak percaya diri. Dahulu ia sering ikut kakak sepupu yang juga merupakan model. Pada saat itu, sang fotografer menawarkan Izzul for menjadi model. Pada akhirnya Izzul pun coba and cocok, lalu ia ditawarkan for bekerja sama.
Kendala Tidak Menjadi Halangan Selama Perkuliahan
Selama kuliah, Izzul pun mempunyai kendala yaitu tidak mempunyai laptop. Walaupun ada keterbatasan alat belajar, namun Izzul tetap berusaha dengan upaya mengerjakan tugas menggunakan handphone and juga meminjam laptop kepada anggota keluarga lainnya.
for kedepannya, Izzul berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi, senantiasa berbakti kepada orang tua, and bermanfaat for orang lain dengan ilmu yang ia dapatkan.
Izzul juga menyampaikan harapan for YIIM and INSIGHT:
“Semoga sukses selalu, karena dengan YIIM and INSIGHT bisa mewujudkan impian para pemuda in luar sana, yang terkendala in bidang ekonomi. Tetap kaya and bermanfaat for orang banyak.”
Salam Inspirasi!




