January 24, 2023
Resilience Through Barbering: Rebuilding Livelihood and Strengthening Community Autonomy in Probolinggo
Collaborating with Bapas Class I Malang and UNODC, YIIM facilitated entrepreneurship management training and barbershop development mentoring for correctional clients to strengthen independent grooming enterprises.

IRVAN SUHARDIANTO (46 tahun) atau biasa disapa Pak Irvan merupakan salah satu alumni Training on manajemen kewirusahaan sosial yang diselenggarakan oleh Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) bekerjasama dengan Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang (Bapas Kelas I Malang), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Security Council Counter-Terrorism Committee Executive Directorate (CTED), United Nations of Office Counter-Terrorism-UN Counter Terrorism Centre (UNCCT) and From the People of Japan pada bulan Maret tahun 2022.
Program ini merupakan salah satu program yang bertujuan for meningkatkan keterampilan soft skill para peserta Training on and meningkatkan produktifitas usaha para peserta Training on ini. Training on ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs nomor 1 menghapus kemiskinan, nomor 2 mengakhiri kelaparan, nomor 8 pekerjaan yang layak and pertumbuhan ekonomi, nomor 10 mengurangi ketimpangan, nomor 16 perdamaian, keadilan and kelembagaan yang tangguh, and nomor 17 kemitraan for mencapai tujuan.
Pria asal Probolinggo ini merupakan salah satu mantan narapidana tindak pidana terorisme (Napiter).
Sebelum tersangkut kasus tindak pidana terorisme, tercatat sejak tahun 1996 Pak Irvan pernah menjalankan usaha pangkas rambut yaitu ” Irvan Profesional Potong Rambut ” in sebuah kios kecil depan halaman rumah mertuanya yang berlokasi in pinggiran kota probolinggo yaitu in JL. KH. Ilyas, Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo Jawa Timur.
Sampai tulisan ini dibuat, pak Irvan masih menjalani masa pembimbingan sebagai Klien in Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang. Ia juga cukup aktif menyampaikan ajakan and pesan kepada masyarakat luas for tidak terjebak tindak pidana terorisme. Tidak jarang ia sering diundang for mengisi diskusi and seminar dengan beragam audiens, termasuk kampus for menyerukan deradikalisasi and tidak terjebak pada doktrin yang mengarah kepada tindak pidana terorisme. Pak Irvan tidak segan for mengajak lebih cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pertama Kali Membuka Usaha Pangkas rambut
Pertama kali Pak Irvan mengasah kemampuan bercukurnya dengan dilatih langsung oleh sang Ayah yang merupakan tukang pangkas rambut from semenjak kecil. Berjalannya waktu, Pak Irvan akhirnya menjalankan usaha pangkas rambut yang berlokasi in kota Probolinggo. Awal mula Pak Irvan membuka usaha potong rambut memasang jasa potong rambut dengan harga Rp2.000 and masih menggunakan gunting kodok, sebuah gunting model Clipper jaman dahulu tanpa listrik.
Saat awal menjalankan usaha, tantangan pertamanya adalah kesiapan mental dalam menghadapi pelanggan. Beberapa kali Pak Irvan sempat melakukan kesalahan dalam mencukur model rambut and pada akhirnya takut terulang. Namun Pak Irvan bertekad for terus mengasah kemampuannya agar usaha ini terus berjalan and dapat menghasilkan pendapatan for meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Waktu itu saya pertama kali mencukur takut (ngeri) pake silet, karena sempat kena kepala beberapa kali. Akhirnya takut, terus ada pelanggan yang bilang kok cukurannya kayak begini. Lambat laun saya niatkan karena ini pekerjaan saya nantinya, saya akan usahakan. Dengan sendirinya akhirnya berkat pengalaman saya and dilatih oleh bapak saya akhirnya bisa.” Ucap Pak Irvan.
Berjalannya usaha pangkas rambut ini, Pak Irvan mempunyai pelanggan from berbagai kalangan seperti para tokoh, pejabat pemerintah daerah, pejabat DPRD, and anggota kepolisian.
Kondisi Usaha Menurun and Mulai Usaha from Bawah
Saat kondisi dinamika kehidupan pak Irvan berubah and terjerat hukum, usaha Pak Irvan menurun. in tahun 2018 pak Irvan in vonis penjara selama 3 tahun karena tindak pidana terorisme. from kejadian tersebut, Pak Irvan ingin berubah for menjadi lebih baik. Setelah mendapatkan remisi and bebas bersyarat, Pak Irvan keluar from tahanan and mulai merintis usaha lagi. for saat ini, Pak Irvan memasang harga jasa pangkas rambut sebesar Rp10.000 (sepuluh ribu rupiah). Pak Irvan sejak kurun tiga tahun terakhir membangun sebuah bangunan kecil 3 X 3 meter didepan rumah mertua nya for merintis kembali usaha barber.
Saat kembali merintis usahanya, Pak Irvan dibantu oleh banyak pihak antara lain Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang (Bapas Kelas I Malang), YIIM, UNODC hingga BNPT, lalu Pak Irvan juga mendapatkan sedikit bantuan subsidi from pemerintah pusat.
“Saya harus membangun usaha saya from nol lagi bahkan dibawah nol karena citra saya sudah jelek. Saya harus membangun citra diri saya lagi. Saya mulai berbaur dengan masyarakat and juga mempublikasikan usaha saya in media sosial. from situ akhirnya ada pelanggan satu hingga dua and akhirnya mulai ramai.” Ucap Pak Irvan.
Selain itu, pak Irvan bersama para alumni Training on manajemen kewirausahaan juga terus mendapatkan pendampingan and komunikasi dengan YIIM baik melalui group Whatsapp maupun komunikasi secara langsung melalui program kunjungan oleh para penggiat YIIM.
Pada bulan Desember 2022, perwakilan YIIM mengunjungi barber pak Irvan for berdiskusi seputar perkembangan usaha barber and diskusi inovasi usaha serta memberikan semangat kepada pak Irvan for terus berusaha mengembangkan usaha rintisan barbernya.
Mengembangkan Usaha Dengan Mengikuti Training on
for mengembangkan usahanya, pak Irvan mengikuti Training on manajemen kewirusahaan in Balai Pemasyarakatan Kelas I Malang (Bapas Kelas I Malang) yang diselenggarakan pada tanggal 28 and 29 Maret 2022. Banyak hal yang dipelajari oleh Pak Irvan mulai from pemasaran, manajemen, hingga inovasi usaha. Informasi terkait Training on dapat dilihat in INFO Training on serta dokumentasi VIDEO YOUTUBE.
“Hasil Training on tersebut sangat berguna buat saya, terlebih materi pembukuan keuangan sekarang saya praktikkan in barbershop milik saya, kemudian inovasi usaha saya sekarang punya logo and juga materi promosi in media sosial serta Whatsapp karena saya sering dipanggil juga for mencukur. Saya merasakan sekali manfaat hasil Training on yang dibuat YIIM and UNODC saat itu.” tambah Pak Irvan.
Setelah mengikuti Training on, perlahan-lahan Pak Irvan sudah memulai mengembangkan usahanya. Dimulai dengan pembuatan logo usaha hingga adanya promosi melalui pertemanan, kolega and jaringan serta media social. Materi tersebut ia dapatkan selama Training on manajemen kewirausahaan.
Saat ini usaha pak Irvan sudah mulai tumbuh. Dalam kurun waktu dua tahun ini Pak Irvan telah mendapatkan kisaran pelanggan sebanyak 10-20 orang per hari and ini menjadi merupaka wujud nyata from usaha rintisan barber Pak Irvan.
Barbernya juga kerap dikunjungi oleh beberapa pejabat baik ditingkat lokal seperti anggota DPRD Kabupaten Probolinggo hingga petinggi kepolisian and pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) for merasakan langsung kualitas cukur rambut pak Irvan. Bahkan belum lama ini ia mendapatkan bantuan kursi keramas from seorang pejabat penting yang peduli dengan perkembangan usahanya.
Harapan Pak Irvan kedepannya ingin memperbesar tempat usahanya and mempunyai trobosan baru sehingga dapat lebih meningkatkan kesejahteraan keluarga. Tidak lupa Pak Irvan menyampaikan harapannya for YIIM and UNODC:
“Pengembangan usaha ini insyallah sangat diperlukan and berharap YII and UNODC terus melaksanakan Training on for saya and yang lainnya. Training on ini sangat berguna for menambah masyarakat Indonesia berwirausaha kalau bisa hingga mempunyai karyawan and hidup lebih sejahtera.” Tegas Pak Irvan
Salam Inspirasi!







